Ashari Sebut Peran Pemuda Sangat Penting Untuk Pembangunan Sebuah Daerah

155 views

MAMUJU,POTRETRQKYAT.COM- Meperingati Hari Pahlawan Nasional, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jaringan Masyarakat Non Partisan (JARI-MANIS) Provinsi Sulawesi Barat, menggelar diskusi lintas pemuda, di salah satu Warkop di Mamuju, Jumat 10 November 2017.

Kegiatan tersebut ,menghadirkan tiga narasumber, yakni Hatta Kainang sebagai praktisi hukum, Yahya Hanafi dan Amril Dg Marui sebagai tokoh pemuda. Kegiatan itu juga dihadiri puluhan pimpinan OKP, mahasiswa, dan wartawan.

Ketua LSM Jari Manis, Ashari Rauf mengatakan, kegiatan ini merupakan refleksi Hari Pahlawan Nasional dengan peran pemuda dalam memperkokoh kesatuan untuk membangun daerah dan bangsa. Peran pemuda menurut Ashari, sangat berkontribusi untuk melanjutkan cita-cita pahlawan yang gugur mempertahankan kemerdekaan.

“Saya kira kita penting melahirkan rekomendasi dari ide dan usulan-usalan teman pemuda, termasuk nanti kita rumuskan pahlawan-pahlawan di Sulbar yang layak diusung menjadi pahlawan nasional. Inilah peran pemuda melalui diskusi ini kita ingin melahirkan gagasan-gagasan yang kami anggap sangat penting ini.” Ungkap Ashari saat membuka diskusi.

Pada kesempatan itu, Amril Dg Marui mengatakan, Ini menjadi PR kita bersama,dalam mengawal pembangunnan Daerah untuk kesejaterahan masyarakat sesuai dengan keinginan para pahlawan,yang telah menyerahkan jiwa dan raga mereka demi kemerdekaan Negara Indonesia.

” Karena kita sadar ,bahwa bangsa ini tidak dibangun dengan uang, tetapi dibangun dengan darah dan jiwa para pahlawan.” Pungkas Amril Dg Marui.

Sementara itu, tokoh pemuda yang aktif berprofesi sebagai pakar hukum di Sulbar, Hatta Kainang menjelaskan, pemberian gelar kepada pahlawan melalui Peraturan Presiden (Perpres).

“Seharusnya glar pahlawan , diberikan juga kepada tokoh yang memberikan kontribusi besar dalam pembangunan daerah.” Tambahnya

Lebih lanjut ia juga berharap, nilai intelektual pemuda saat ini, jangan sampai menghilang, jika nilai ini menghilang, kita tidak akan dihitung.

” Di momentum ini, orang yang dianggap pahlawan saya nilai cuma persoalan Kepres saja, dan orang yang memberikan manfaat bagi masyarakat itulah pahlawan, boleh saja kita mengusul itu, karena hal tersebut diatur dalam undang-undang.” Tambah Hatta Kainang

Di kesempatan yang sama, Yahya Hanafi juga memberikan motivasi kepada para pemuda, untuk terus memperjuangkan cita-cita luhur pahlawan, setidaknya dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.

“Saya kira diskusi ini ,jika dipelihara merupakan salah satu contoh kontribusi pemuda dalam berkontribusi kepada daerah, ide cemerlang ini merupakan sesuatu yang layak diapresiasi, utamanya mengenang jasa pahlawan.” Tutup Hanafi. (Kr/Sudir)

Admin:Regina Putry

Posting Terkait