Bantuan BI Sulbar Dipusatkan Di Daerah Donggala

87 views

Mamuju, Potretrakyat.com; – Pasca-Gempa bumi disertai tsunami di Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, sejumlah titik mengalami kerusakan. Hal itu menyebabkan banyak masyarakat yang belum mendapatkan bantuan, salah satunya di daerah Kabupaten Donggala.

Berdasarkan informasi dari Brimob Polda Sulbar, masyarakat di wilayah pesisir pantai memerlukan banyak bantuan karena rumah mereka telah hancur diterjang tsunami.

Melihat urgensi pendistribusian bantuan semakin mendesak, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Barat memberangkatkan satu truk logistik menuju Kabupaten Donggala, Senin, (1/10/2018) malam.

Bantuan yang diberikan berupa air minum, beras, obat-obatan, biskuit, tikar, pakaian dan beberapa barang lainnya yang kemungkinan diperlukan para korban bencana tersebut.

Berdasarkan rilis yang diterima laman ini, bantuan yang dibawa tim BI Sulbar tidak hanya berasal dari Provinsi Sulbar, namun juga titipan dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara, Bank Indonesia Kantor Pusat, BPD Sulselbar, Wira Usaha Baru Indonesia (WUBI) Sulbar serta Madrasah Baiturrahman Jakarta Selatan.

Seluruh bantuan tersebut diberangkatkan malam ini dan diharapkan dapat segera tiba pada esok hari untuk disalurkan melalui kerjasama dengan Brimob Polda Sulbar yang telah memiliki Posko di Donggala.

Keberangkatan tim logistik BI Sulbar tersebut merupakan rombongan kedua, setelah sebelumnya tim pertama mencari akses jalan yang dapat dilalui dari Mamuju menuju Donggala dan Palu.

Tim pertama Bank Indonesia Sulbar diberangkatkan pada Sabtu pagi (29/9), tepat setelah gempa yang terjadi pada Jumat malam (28/9).

Tujuan dari keberangkatan tim pertama guna membantu pencarian akses jalan menuju Palu dan memberikan bantuan personil kasir kepada Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah, selain tetap membawa logistik bantuan seperti air minum dan makanan kemasan.

Setibanya di Bank Indonesia Sulawesi Tengah, personil BI Sulbar membantu menjalankan operasional layanan tunai dan non tunai, mengingat beberapa pegawai BI Sulteng mengalami luka dan tidak dapat melaksanakan pekerjaan.

Bank Indonesia akan terus berkoordinasi dengan perbankan dan lembaga terkait untuk memastikan pelayanan transaksi di masyarakat dapat tetap berjalan dengan lancar dan aman.

Selain itu, memastikan uang Rupiah tersedia dalam jumlah yang cukup untuk melayani kebutuhan masyarakat.

Bank Indonesia juga akan senantiasa mendukung usaha pemerintah dalam pemulihan daerah bencana. // Harl// *JM.

Posting Terkait