BPSDM Sulbar Gelar Workshop Champion Innovation Program Prioritas Nasional Lingkup Pemprov. Sulbar Bersama LAN dan PKP2 Makassar

219 views

Mamuju, Potretrakyat.com; -Bertempat di Lantai III ruang Rapat Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Barat Kelurahan Rangas Kecamatan Simboro, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sulawesi Barat Bekerjasama dengan Lembaga Administrasi Negara dan Pusat Kajian Dan Pendidikan Dan Pelatihan Aparatur Negara II (PKP2) Makassar menggelar kegiatan “Workshop Champion Innovation Program Prioritas Nasional” Lingkup Pemprov. Sulbar. Rabu, (31/10/2018).

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Barat Ibu Hj. Enny Anggraini Anwar tersebut menghadirkan para narasumber yaitu dari LAN RI, Deputi Bidang Inovasi Administrasi Negara DR. Tri Widodo SH. MH, Kepala Pusat Kajian Dan Pendidikan Dan Pelatihan Aparatur II (PKP2_red;) Makassar Wahyu Utomo, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM_ red;) Provinsi Sulawesi Barat serta para peserta yang berasal dari ASN terpilih lingkup Pemprov. Sulbar.

Dalam Sambutannya Wakil Gubernur Sulbar menyampaikan Dalam Undang- Undang No. 23 Tahun 2014 Pasal 386 telah menyatakan bahwa Dalam Rangka Peningkatan Kinerja penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, Pemerintah Daerah Dapat Melakukan Inovasi. Inovasi yang dimaksud Adalah Semua bentuk Pembaharuan Dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Yang berpedoman pada; Peningkatan Efisiensi, Perbaikan Efektifitas, Perbaikan Kualitas Pelayanan, Tidak adanya Konflik Kepentingan, Berorientasi Kepada Kepentingan Umum, Dilakukan secara terbuka, Memenuhi nilai- nilai Kepatutan, Dapat Dipertanggung jawabkan Hasilnya dan Tidak Untuk Kepentingan Sendiri.

” Dalam berbagai Hasil penelitian dan laporan keberhasilan pembangunan pemerintah daerah disebutkan bahwa faktor utama yang mendorong peningkatan daya saing daerah adalah inovasi”, Ucap Wagub.

Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa “Sebagai Daerah yang belum memaksimalkan Inovasi dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan, Pemprov Sulbar perlu melaksanakan sejumlah program dan kegiatan inovasi yang dapat diawali dari tingkat OPD (Organisasi Perangkat Daerah_red;) dan ASN (Aparatur Sipil Negara_red;)sebagai Pelopor, Penggerak, Dan Teladan Inovasi di Daerah”, ungkap Hj. Enny Anggraini.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub juga menekankan beberapa masalah yang harus segera diselesaikan terkait pengembangan inovasi baik dilingkup pemerintah provinsi maupun kabupaten yang ada di Sulbar. Beberapa masalah tersebuta adalah;
* Pelayanan Publik yang dilakukan dengan menggunakan cara- cara yang lamayang belum mampu menciptakan perbaikan layanan secara signifikan.
* Belum membudayanya kegiatan inovasi di tingkat OPD dan ASN provinsi Sulwesi Barat, serta
* Belum tersedianya pemahaman dan Keterampilan Berinovasi di tingkat OPD dan ASN lingkup Pemprov. Sulbar.

Wakil Gubernur Sulawesi barat juga sangat mengapresiasi dengan ditetapkannya Sulbar sebagai salah satu daerah pelaksanaan Kegiatan Workshop “Champion Innovation” Program Prioritas Nasional Tahun 2018 yang tentu saja merupakan kesempatan besar yang bisa dimanfaatkan sebaik- baiknya oleh para pesertanya, dengan harapan melalui kegiatan workshop tersebut akan dapat melahirkan kader penggerak atau fasilitator yang bertujuan untuk memfasilitasi kegiatan unggulan Lembaga Administrasi Negara di bidang Inovasi dan demi tercapainya kemajuan di daerah Sulawesi Barat.

Pada Kesempatan yang sama pula, dalam sambutan yang sampaikan oleh DR. Tri Widodo selaku Deputi Bidang Inovasi Administrasi Negara dari Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia bahwa Innovation (Inovasi_red;) merupakan salah satu program prioritas nasional pemerintah Republik Indonesia yang tertuang dalam PP (Perpres_red;). no 79 tahun 2017.

“Mengapa muncul program prioritas nasional ini?, karena pada Tahun 2014 dianggap menjadi tonggak Kebangkitan Inovasi Sektor Publik atau Inovasi Daerah, karena ditahun 2014 tersebut lahir Undang-undang tentang Pemerintahan Daerah dimana dalam satu BAB nya, khusus mengamanatkan kepada Pemerintah daerah untuk berinovasi. Berbeda dengan Undang- undang sebelumnya yang tidak mengamanatkan hal tersebut”, Ungkap Tri Widodo.// *JM.

Posting Terkait