Brucellocis Pada Ternak Berbahaya Bagi Manusia

23 views

Mamuju, Potretrakyat.com; Stasiun Karantina Pertanian kelas II Mamuju, bagian Instalasi Karantina Hewan temukan puluhan ternak sapi yang akan diberangkatkan ke Kalimantan terjangkit Brucellocis yang berbahaya bagi manusia. Kamis, (16/7/2020).

Sejak dioperasikan kembali pada akhir Juni lalu, Stasiun Karantina Pertanian kelas II Mamuju bagian Instalasi Karantina Hewan telah menemukan puluhan ekor ternak sapi terjangkit penyakit Brucellocis yang cukup bebahaya bagi manusia.

Gusti selaku dokter hewan yang bertugas di Instalasi karantina hewan Mamuju mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium terhadap ternak yang akan diberangkatkan ke Kalimantan, setiap harinya ditemukan sapi yang terjangkit Brucellocis.

“Sebagai antisipasinya, kami terpaksa mengembalikan sapi-sapi tersebut ke daerah asal atau disarankan kepada pemiliknya untuk dilakukan penyembelihan bersyarat di lokasi karantina,” ucap Gusti.

Gusti menguraikan, Brucellocis merupakan penyakit pada ternak yang disebabkan oleh bakteri Brucella dan menjangkiti ternak melalui kulit, selaput lendir, saluran pernapasan, saluran pencernaan dan mata. Brucellocis berbahaya bagi manusia jika mengkonsumsi produk hewani yang masih mentah daari ternak yang telah terinfeksi Brucellocis seperti Susu, daging ataupun produk olehan susu lainnya seperti Keju.

“Bakteri Brucella juga dapat menjangkiti manusia melalui udara yang masuk ke system pernapasan manusia atau kontak langsung dengan hewan yang terjangkit Brucellocis. Meski jarang terjadi namun dalam beberapa kasus seperti pada wanita hamil yang terinfeksi Brucella dapat menjangkiti bayinya melalui persalinan dan menyusui”, ungkapnya.

Gelaja Brucellocis akan muncul dalam lima hari hingga satu bulan setelah terinfeksi dan umumnya mirip gejala flu. Gejala tersebut bias hilang dalam hitungan minggu atau bulandan untuk sebagian orang dapat berlangsung dalam hitungan tahun dan bisa kembali kambuh bahkan setelah dilakukan pengobatan, sedangkan pada ternak sapi yang terjangkit akan berakibat “INFERTIL” atau Terjadi Ketidak suburan.

Diketahui, hingga saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit tersebut sehingga bagi para penderitanya hanya diberikan vitamin untuk meningkatkan kekebalan dan imun tubuh.// JUDISTIRA.

banner 468x60)

Posting Terkait