GP Ansor dan Hajrul Malik Akhirnya Berdamai Setelah Difasilitasi Polres.

225 views

MAMUJU, POTRETRAKYAT.COM; -Setelah Tiga hari menunggu, usaha Pimpinan Wilayah GP Ansor Sulawesi Barat bersama Pimpinan Cabang Ansor Mamuju akhirnya membuahkan hasil. Dimana GP Ansor dan Banser ber surat ke Polres mamuju meminta pihak polres melakukan fasilitasi dan mediasi antara pihak GP Ansor dan Ustad Hajrul Malik.

Pada hari Senin 4 Desember 2017, sekitar pukul 10.54 diruang KBO Polres Mamuju, melalui IPDAH. Muh. Arafah keduanya dipertemukan dan sepakat berdamai.

Saat dikonfirmasi, Hajrul Malik mengatakan antara GP Ansor dan dirinya hanya kesalah pahaman saja, dimana dirinya tidak ada maksud ingin menghindari tabayyun tersebut.

“Saya kira ini hanya kesalah pahaman saja, dimana teman- teman Banser ini melihat bahwa ada kesempatan saya kurang mau untuk bertemu atau bertabayyun. Tidak ada unsur mau menghindari tabayyun itu. Betul- betul setelah kegiatan itu memang kita semua sibuk dengan acara masing-masing”, urainya.

Hanjur Malik juga menjelaskan bahwa laporan yang dilayangkan GP Ansor ke Polres Mamuju bukan proses hukum, namun meminta pihak Polres untuk memfasilitasi dan melakukan mediasi.

“Memang bukan laporan proses hukum dari teman- teman Ansor dan Banser ke saya tapi meminta Polres untuk memediasi, karena dengan cara itu kita menghormati hukum yang berlaku. Dan Alhamdulillah hari ini kita dipertemukan dan sudah deal tida ada masalah”, jelasnya.

Menurut Sekretaris PKS Sulbar ini, dirinya tidak ada maksud mendiskreditkan Banser, ia justru akan melakukan latihan bersama GP Ansor untuk mempererat silaturahmi serta memahami lebih dalam instruktur Banser.

“Kita dari Pandu keadilan akan bersama-sama Ansor dan Banser melakukan latihan untuk mempererat hubungan, serta memahami lebih dalam bagaimana struktur Banser. Terkait dengan Khotbah yang saya sampaikan sudah clear, tidak ada unsur mendiskreditkan Banser. Dan saya minta maaf, mereka juga memaafkan”, ucap Hajrul.

Sekretaris GP Ansor kabupaten mamuju, Ashari Ra’uf yang hadir dalam acara tabayyun tersebut mengatakan, mediasi yang dilakukan sangat baik, kedua belah pihak sama-sama membuka hati. Bahkan Hajrul Malik sendiri sudah menyampaikan permohonan maaf bahwa tidak ada maksud mau menghindari tabayyun ini.

“Saya kira proses mediasi yang kita lakukan sangat baik kemudian kedua belah pihak sama-sama membuka hati, dan pak ustad Hajrul Malik juga menyampaikan permohonan maaf bahwa beliau tidak menghindari tabayyun bersama teman-teman Ansor tetapi karena kesibukan beliau. Kami juga dari Ansor mengerti itu dan hari ini melalui mediasi yang dilakukan oleh kepolisian kita akhirnya sepakat berdamai”, Tutup Ashari.// *Sir // JM.

banner 468x60)

Posting Terkait