GP Ansor Sulbar Gelar Doa dan Zikir Bersama Untuk Korban Bencana Palu- Donggala

129 views

Mamuju, Potretrakyat.com; -Pengurus Wilayah (PW) Sulawesi Barat Gerakan Pemuda (GP) Ansor melaksanakan doa dan zikir bersama untuk korban musibah Gempa Tsunami Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), di Sekret PW. GP. Ansor Sulbar, Jalan Andi Endeng Mamuju, Minggu malam (30/09/18).

Acara diawali dengan bacaan Barasanji yang di iringi shalawat Nabi Muhammad SAW dan dilanjutkan dengan doa serta zikir bersama dipimpin Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mamuju, Kiai H. Namruh Asdar, S.Ag.

Pelaksanaan kegiatan juga turut dihadiri, Wakil Bupati Mamuju, H. Irwan SP Pababari yang juga merupakan salah satu kader GP Ansor Mamuju, Mewakili Polda Sulbar, Ipda H. Mustafa, SH, Kasat Intel Polres Mamuju, AKP. Yulianus, Pimpinan Pusat (PP) GP. Ansor, Ma’sud Shaleh, Koordinator PW GP. Ansor Sulbar, H. Amran HB, Ketua PW. GP. Ansor Sulbar, Sudiraman AZ, Ka Satkorwil Banser Sulbar, M. Ansar Tahir, Ketua GP Ansor Mamuju, Sahril, Sekertaris GP. Ansor Mamuju, Ashari Rauf, Kasatkorcab Banser Mamuju, Muhammad Iksan Hidayah, dan sejumlah mahasiswa dari beberapa OKP yang ada Mamuju.

Ketua PW GP. Ansor Sulbar, Sudirman menyampaikan, kegiatan doa dan zikir bersama merupakan rangkaian kegiatan Kirab Satu Negeri (KSN). Dimana sebelumnya rencana Kirab Satu Negeri di Sulbar ada beberapa kegiatan festival dan pawai. Namun karena ada bencana gempa tsunami terjadi di Sulawesi Tengah, yang sampai beberapa tempat merasakan getarannya, termasuk Sulbar, Kalimantan, dan Provinsi lainnya di wilayah Sulawesi.

“Maka sebagai bentuk belasungkawa kami, kegiatan tersebut digantikan dengan doa dan zikir bersama untuk saudara – saudara kita yang jadi korban gempa tsunami di Palu, Sulawesi Tengah,” ungkapnya.

Selain itu dalam sambutannya, Sudirman menyampaikan empat alasan penting pelaksanaan Kirab Satu Negeri diseluruh Indonesia. Yang pertama adanya ancaman dari sekelompok kecil orang yang ingin mengubah atau merusak konsensus kebangsaan. Kemudian kedua, adanya ancaman dari pihak-pihak yang menggunakan agama sebagai alat politik dan menjadikan agama sebagai sumber konflik. Kemudian ketiga, dalam situasi seperti sekarang, mayoritas rakyat Indonesia lebih memilih diam, dan keempat dalam skala global, GP Ansor turut prihatin atas kondisi negara-negara lain, khususnya dunia Islam, yang saat ini dilanda konflik dan peperangan yang tak kunjung usai.

Olehnya itu, Menurut Sudirman, GP Ansor meignginkan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945 tetap kokoh, menjadi pengikat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Di samping itu, GP Ansor juga menginginkan agama menjadi rahmat, sumber kasih sayang dan perdamaian, sebagaimana telah dipraktikkan berabad-abad oleh para pendahulu. Dan selanjutnya diharapkan semua orang, mayoritas masyarakat menjadi toleran dan cinta persatuan, berani bersuara, tidak lagi memilih diam, serta yang terakhir GP Ansor ingin tetap Indonesia yang majemuk namun hidup rukun dan damai serta menjadi inspirasi dan teladan bagi dunia.

Posting Terkait