GTT-PTT Tuntut Pemprov Sulbar Terbitkan SK

15 views

Mamuju, Potretrakyat.com; -Delapan bulan Terkatung-katung tanpa kejelasan status, forum GTT-PTT (Guru Tidak Tetap-Pegawai Tidak Tetap_red;) Sulawesi Barat kembali melakukan aksi unjuk rasa di gedung DPRD Provinsi Sulawesi Barat. Massa menuntut Pemprov segera menerbitkan SK (Surat Keputusan_red;) dan Kontrak Kerja yang telah tertunda selama Delapan Bulan ini.Kamis, (29/8/2019).

Selama Delapan Bulan mengabdi sebagai guru dan pegawai tidak tetap di sekolah yang ada di Sulbar namun hingga kini SK dan kontrak kerja tak kunjung diterbitkan oleh pihak pemeritah provinsi Sulawesi Barat.

Mempertanyakan kejelasan nasib mereka, para Guru dan Pegawai Tidak Tetap bersama kelompok Mahasiswa pemerhati GTT-PTT yang tergabung dalam FORUM PEDULI GTT-PTT kembali mendatangi kantor DPRD Provinsi Sulawesi Barat.

Asrar selaku Koordinator umum FORUM PEDULI GTT-PTT mengatakan, “Kedatangan kami hari ini untuk meminta kepada DPRD untuk membantu menuntaskan permasalahan kami dengan mendesak pihak pemerintah provinsi untuk segera mengeluarkan SK dan kontrak kerja kami yang telah tertahan selama Delapan bulan. Selain itu juga kami mempertanyakan sisa gaji kami ditahun lalu, dari bulan Agustus hingga Desember,” kata Asrar saat diwawancarai media Potretrakyat.com disela-sela aksi unjuk rasa.

“Kami siap ikut uji kompetensi. Atas nama GTT-PTT, kami menyatakan diri siap mengikuti Uji Kompetensi yang akan dilakukan oleh pemerintah tapi tolong, tolong dielesaikan dulu masalah ini. Masalah  2018 saja belum selesai, sudah ada masalah baru di tahun ini, eeehhh… sekarang malah mau bikin uji kompetensi, ini tidak benar”, ungkap Asrar dengan nada emosi saat diskusi diruang rapat DPRD Provinsi Sulbar.

Aksi unjuk rasa sempat memanas ketika Sekprov Sulbar Muhammad Idris tiba di kantor DPRD Sulbar namun tidak langsung menemui massa aksi melainkan masuk keruangan ketua dewan kemudian disusul oleh Kadis (Kepala Dinas_red;) Arifuddin Toppo yang langsung meninggalkan forum dan ikut masuk keruangan ketua Dewan. Merasa tidak dihargai, massa aksi keluar dari ruangan dan kembali melakukan orasi didepan ruangan kerja ketua DPRD Provinsi Sulbar.

Kejadian ini tidak berlangsung lama karena langsung diredam oleh pihak keamanan yang melakukan pengamanan di lokasi tersebut. Sekprov dan Kadis Pendidikan beserta para anggota Dewan yang memimpin pertemuan kembali kedalam ruangan dan melanjutkan pertemuan tersebut. // JUDISTIRA.

Posting Terkait