IWO SULBAR, BERTINDAK BUKAN BERUCAP

214 views

MAMUJU, POTRETRAKYAT.COM; -Sejumlah Pewarta berita online yang terhimpun dalam Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Sulbar, menyambangi kediamam Bungaisa (70), yang terletak di Simbuang, Kelurahan Karema Selatan, Kecamatan Simboro Senin (9/10).

Bungaisa, janda tua yang hidup bersama ketiga cucunya yakni Nurang (7 bulan) Rita (3 tahun) dan Dika (8 tahun) yang ditinggal pergi kedua orang tuanya usai bercerai.

Ketua IWO Sulbar Muhammad Basri mengatakan kunjungan kali ini, bukan pertama kalinya dilakukan semenjak lembaga IWO terbentuk di sulbar untuk membantu masyarakat yang kurang mampu.

“Apa yang kami lakukan merupakan panggilan jiwa sebagai bentuk kepedulian untuk saling membantu. Dimana nenek Bungasia yang tinggal dalam gubuk ukuran 2X3 meter persegi bersama ketiga cucunya dalam keadaan memprihatinkan”, ujarnya.

Ironisnya lagi, kata Basri walau tinggal di daerah tengah kota di ibukota Provinsi Sulbar, Mamuju namun pemerintah seakan tutup mata melihat kondisi yang dialami Bungaisa.

“Saya sangat menyayangkan sikap pemerintah seperti lurah,camat dan instansi terkait kenapa tidak ada kepeduliannya terhadap masyarakat kecil seperti Bungasia”, ungkapnya.

Hal senada juga dikatakan Bungasia mengaku untuk memenuhi kehidupan sehari-hari bersama ketiga cucunya ia terpaksa harus membuat atap dari daun nipa lalu dijualnya dengan harga Rp 2500 perlembar untuk memenuhi kehidupan sehari-hari mereka bertiga.

“Alhamdulillah kalau ada yang laku untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari tetapi terkadang juga tidak ada yang laku ,”ungkapnya.

Ia mengaku selama ini belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah apalagi mendapat bantuan susu gratis sehingga ia terpaksa harus memberikan air nasi sebagai pengganti susu kepada Nurang (cucunya) yang masih umur 7 bulan.

“Baru kali ini nak, ada yang beri saya bantuan selama ini hanya tetangga saja yang sering memberi kami makan”, ungkap nenek tua tsb.

Dengan tindak nyata yang dilakukan oleh Ikatan Wartawan Online (IWO) Sulbar ini dapat menggugah hati para Pejabat, serta Petinggi- petinggi daerah ini untuk lebih memperhatikan penderitaan warganya yang dibawah garis kemiskinan dan sudah seharusnya dibantu karena sudah menjadi tanggung jawab secara moril, hukum dan kemanusiaan. Sesuai dengan Undang-Undang Dasar sebagai dasar negara. Dan jangan hanya mementingkan Jabatan,  Kekuasaan serta Memperkaya diri lewat tindakan Korupsi yang sudah barang tentu akan lebih menyengsarakan rakyat.// JM

Posting Terkait