Jelang Pemilu 2019, KPU Kabupaten Mamuju Gelar FGD Pemutakhiran Data Pemilu 2019.

292 views

Mamuju, Potretrakyat.com; –Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mamuju menggelar Forum Group Discussion (FGD) Pemutakhiran Data Pemilih Pemilu 2019 di d’Maleo Hotel. Senin, (06/08/2018).

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh, Asisten I Bidang Pemerintahan Pemkab Mamuju, Kepala Disdukcapil Mamuju, Camat se-Mamuju, Bawaslu Mamuju, dan PPK se-Kabupaten Mamuju.

Ketua KPU Mamuju, Hamdan Dangkang dalam sambutannya mengatakan, data pemilih harus benar-benar mutakhir, sebab dapat menjadi celah sengketa Pemilu dikemudian hari.

“Kami dari KPU Mamuju betul-betul menginginkan data pemilih pada Pemilu 2019 benar-benar mutakhir, sehingga tidak ada celah untuk disengketakan,” katanya.

Hamdan juga mengatakan, saat ini terdapat sekitar 12.000 pemilih tambahan setelah dilakukan pemutakhiran data pemilih di Kabupaten Mamuju.

“Kami menggenjot data Pemilih tersebut bersama Disdukcapil, sehingga mereka tidak tercoret dari daftar pemilih tetap,” katanya lebih lanjut.

Saat ini menurut Hamdan, pihaknya menghadapi beberapa persoalan dalam memutakhirkan data pemilih untuk Pemilu 2019 nanti,dikarenakan Surat Keterangan (SuKet) tidak lagi bisa digunakan pada Pemilu 2019, yang mana mewajibkan pemilih memiliki E-KTP.

“Penggunaan suket terakhir ini pada Pilkada 2018 dan pada 2019 harus KTP Elektronik. Sekitar 7.000 pemilih pemula yang akan berusia 17 tahun, ini yang akan menjadi perhatian kita bersama, karena Disdukcapil hanya bisa melakukan perekaman ketika berusia 17 tahun,” ujarnya.

Selain pemilih pemula, pemilih dalam Lapas juga menjadi persoalan bagi KPU Mamuju, dimana KPU RI dengan tegas, tetap tidak mengijinkan tahanan yang tidak mempunyai identitas atau E-KTP untuk menyalurkan hak pilihnya atau dengan otomatis tercoret dari DPT.

“Dimana Mamuju memiliki 350 lebih tahanan dan yang memiliki identitas hanya sekitar 150 orang, sehingga kita meminta Kepala Lapas untuk mendata tahanan yang memang benar warga Mamuju,” tuturnya.

Pemilih di Rumah Sakit juga menjadi perhatian KPU, karena menurut Hamdan, “Sangat sulit untuk mendata pasien yang ada dirumah sakit, sebab kita mendata 10 orang namun bisa membengkak menjadi 20 orang,” jelasnya.

Oleh karena itu Hamdan, mengharapkan agar persoalan tersebut dapat teratasi pada FGD kali ini.

“Jadi pada kegiatan ini kami mengharapkan masukan dan gagasan bagaimana dalam memutakhirkan data pemilih ini,” tutupnya. // 74b// *JM.

Posting Terkait