Jenasah PDP Ditolak Warga

30 views

Mamuju, Potretrakyat.com; -Salah satu pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 Sulawesi Barat yang dijemput oleh tim Gugus Covid-19 Kabupaten Mamuju di jalan Soekarno Hatta beberapa hari yang lalu dinyatakan meninggal dunia. Selasa, (5/5/2020).

Rencananya jenazah almarhum akan dikebumikan di Kecamatan Kalukku, namun berdasarkan hasil kajian kamtibmas karena adanya penolakan dari masyarakat setempat jenazah almarhum dikebumikan dipekuburan Mamuju Jalan Soekarno Hatta.

Hal itu diungkapkan oleh juru bicara gugus Covid-19 Kabupaten Mamuju Andi Rasmuddin.

“Kami mengklarifikasi bahwa kasus PDP yang dinyatakan telah meninggal dunia tadi malam di RS regional, yakni pasien yang sebelumnya dijemput oleh tim gugus di rumah kost yg bersangkutan di Jl.soekarno hatta, telah di makamkan di Pekuburan jalan soekarno hatta (Samping kantor Perkim) dilakukan dengan standar penanganan Covid-19,” Tulisnya.

Lanjutnya, Almarhum di kebumikan di Mamuju setelah sebelumnya direncanakan dikebumikan di kecamatan Kalukku di area pekuburan yang telah ditunjuk pemerintah provinsi, namun mempertimbangkan kondisi kamtibmas yang berpotensi terganggu karena sebagian masyarakat setempat menolak jenazah tersebut, akhirnya tim gugus tugas mencari solusi terbaik dengan memindahkan lokasi pekuburan jenazah ke pekuburan yg sy sebutkan tadi.

“Terkait reaksi masyarakat yang melakukan penolakan, kami sudah koordinasikan dengan Kapolsek setempat dan beliau mengakui kondisi tersebut memang terjadi walaupun sesungguhnya jika dilakukan berdasarkan protap pihaknya siap mengamankan proses pemakaman jenazah, namun dengan pertimbangan yang lebih bijaksana sembari mencari solusi terhadap lokasi pekuburan yang diakui pemprov melalui juru Bicara tim gugus tugas provinsi bahwa penempatan lokasinya masih di lakukan proses, maka pemakaman jenazah di lakukan di jl. soekarno Hatta oleh BPBD Kabupaten bekerjasama dengan BPBD provinsi yang masing-masing tergabung di Tim gugus tugas ditingkatan kabupaten Mamuju dan Provinsi Sulbar,” Sambungnya.

Terkait sikap masyarakat yang melakukan penolakan dan dibeberapa Daerah juga mengalami hal demikian, memang diakui adalah sebuah dilema besar yang masih perlu upaya bersama smua stakeholder untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa covid-19 adalah bencana nasional yang perlu disikapi dengan lebih bijaksana.

“Selain itu komunikasi antar semua pemangku kepentingan ke masyarakat perlu lebih digalakkan melalui pendekatan persuasif agar kondisi demikian tidak terus berulang. dalam posisi ini tentu kita tidak boleh saling menyalahkan karena memang semua kita dalam kondisi psikologi yang belum menentu akibat serangan pandemi corona, semoga situasi ini bisa segera pulih,” Tutup Andi Rasmuddin.// Amiruddin// **Judistira.

banner 468x60)

Posting Terkait