Kapal Tol Laut Kedhaga Nusantara 6 Sandar di Pelabuhan Mamuju

4 views

Mamuju, Potretrakyat.com; Tol laut merupakan program Pemerintah pusat yang bertujuan untuk mensejahterakan, mengontrol harga serta menjaga perputaran ekonomi di daerah yang di singgahi/ menjadi jalur persinggahan tol laut agar tetap stabil.

Atas kerjasama yang baik dengan ditjen. Perhubungan laut dalam hal ini Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas I atau Syahbandar Mamuju, Kapal Kendhaga Nusantara 6 yang dinahkodai Kapten Ustopo, M.mar. sandar di pelabuhan Mamuju.

Kapal Tol laut yang berbasecamp di Makassar itu mengunjungi Mamuju dalam perjalanannya menuju Balikpapan, dikarenakan Mamuju kini menjadi jalur persinggahan Tol laut Kedhaga Nusantra 6. Jalur yang ditempuh Tol laut ini yaitu, Makassar-Garongkong- Tanjung Silopo- Mamuju- Balikpapan-Belang Belang- Nunukan.

Nahkoda kapal Tol laut Kedhaga Nusantra 6, Kapten Ustopo, M.mar mengatakan, rute perjalanan Tol laut ini akan berlangsung secara kontinue (berkelanjutan) sesuai jalur yang telah di tetapkan. Namun dalam perjalanannya jika selama tiga (3) bulan berturut-turut kedatangan Tol laut tersebut tidak ditenukan efektifitas didaerah yang disinggahi maka daerah tersebut akan tereliminasi dari jalur tol laut dan kemudian akan diganti dengan daerah yang meminta untuk dijadikan jalur tol laut.

“Muatan yang dimuat adalah sesuai komoditi yang ada di masing-masing daerah yang disambangi,” katanya.

“Harga pengiriman dengan menggunakan tol laut 35% lebih murah dibanding kapal komersil/swasta lainnya,” urai Kapten Ustopo kepada media potretrakyat.com. Selasa, (16/2/2021).

Mamuju menjadi salah satu titik persinggahan karena adanya permintaan dari pemkab dan sudah disetujui oleh pihak otoritas Tol laut, dengan pertimbangan bahwa di Mamuju ada komoditi perkebunan dan perikanan yang banyak dan dapat diangkut sebagai muatan kapal Tol laut nantinya.

“Ini sudah trip yang kedua, namun belum tersosialisasikan dengan baik ke masyarakat, utamanya pedagang yang sering menggunakan jasa pengiriman barang lewat jalur laut. Harapannya, sosialisasi tentang Tol laut ini semakin gencar dilakukan agar masyarakat lebih tahu, sehingga kebutuhan antar daerah, baik dari Mamuju keluar daerah ataupun dari luar daerah kedalam Mamuju semakin lancar dan berlimpah,” harap Kapten Kendhaga Nusantara 6 itu.

Sudah dua kali sandar di pelabuhan Mamuju, namun masih ditemukan beberapa kendala yang diharapkan bisa segera di perhatikan oleh pihak otoritas setempat.

“Kendala operasional Kendagha nusantara 6 adalah Lay Over All (LOA) yang mencapai 75meter sedangkan panjang dermaga Mamuju hanya 65meter, jadinya menggantung 15 meter,” ungkapnya ketika ditanyakan terkait masalah/kendala yang dihadapi ketikan sandar di pelabuhan Mamuju.

Kendala lainnya yaitu alat untuk membawa barang dari dermaga ke depo (tronton_red;) di untuk di Mamuju masih belum ada.

“Disamping itu forklip yang dimiliki pelabuhan Mamuju adalah hanya 10 ton SWL, sedangkan kontainer yang di bawa oleh tol laut adalah 20 ton SWL, jadi kita membutuhkan setidaknya forklip yg berkekuatan 25 ton SWL,”urainya.

Dirinya berharap agar pihak otoritas dapat segera menindak lanjutinya ke pusat sehingga bisa segera di benahi semua kendala operasional yang ada. Hal ini dimaksudkan untuk lebih memudahkan operasional dan memudahkan kegiatan bongkar muat di Mamuju.

“Di Mamuju banyak komoditi yang bisa di pasarkan, hanya saja yang dibutuhkan saat ini tinggal tindak lanjut dan saran-prasarananya yangg kurang,” tutup Nahkoda kapal Tol laut Kedhaga Nusantra 6, Kapten Ustopo, M.mar.

banner 468x60) banner 468x60) banner 468x60)

Posting Terkait