Karantina Pertanian Mamuju Dorong Ragam Komoditas Yang Miliki Potensi Eksport

3 views

Mamuju, Potretrakyat.com; -Pemerintah Indonesia terus berusaha meningkatkan perekonomian nasional, serta meningkatkan kesejahteraan petani dengam berbagai terobosan yang dilakukan.

GRATIEKS (Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor) merupakan program unggulan Kementerian Pertanian yang diharapkan mampu mendorong ekonomi nasional dan kesejahteraan bagi para petani. Begitu juga dengan Sulbar, capaian ekspor komoditas pertanian Januari – Februari 2021 mengalami peningkatan sebesar 779 dibandingkan tahun 2020, hal ini disebabkan karena meningkatnya permintaan negara tujuan dan terkendalinya pandemi covid-19.

Peningkatan ekspor ini merupakan hasil kerjasama yang sinergis antar stakeholder Karantina Pertanian, Dinas Perkebunan, Dinas Perindag, Bea Cukai dan Instansi terkait.

Berdasarkan data Sisteri Otomatisasi (IOFAST) Badan Karantina Pertanian tahun 2020, kegiatan ekspor komoditas pertanian di Sulawesi Barat didominasi oleh turunan kelapa sawit yaitu RBD Paim Olein dan RBD Paim Stearin sebanyak 24 ribu ton dengan nilai ekonomis mencapai Rp. 235 Milyar. Sedangkan pada tahun 2021 meningkat sebanyak 42,5 ribu ton dengan nilai ekonomis Rp. 535,8 Milyar tujuan Tiongkok.

Ali Jamil selaku Kepala Badan Karantina Pertanian menerangkan sejalan dengan upaya peningkatan ekspor pertanian melalui program GRATIEKS yang digagas oleh Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo_red;).

“Peningkatan volume, frekuensi dan ragam menjadi fokus Karantina, semangat Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (GRATIEKS) akan terus kami dorong. Harapannya tentu juga akan memberi nilai tambah dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani,” Pungkas Ali Jamil.

Secara terpisah, Agus Karyono selaku Kepala Karantina Pertanian Mamuju memaparkan, selain komoditas turunan sawit, Karantina Pertanian Mamuju juga mendorong ragam komoditas lainnya. Beberapa komoditas pertanian asal Sulbar yang memiliki potensi ekspor diantaranya pisang kepok, sarang burung wallet, briket kelapa, kopi dan kakao. Selama ini komoditas tersebut baru dikirim antar pulau ke luar Sulbar.

“Berdasarkan Undang – Undang Nomor 21 tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, Karantina Pertanian menjamin komoditas yang diekspor dalam kondisi sehat, tidak membawa penyakit dan sesuai dengan permintaan negara tujuan. Semoga dengan bertambahnya ragam komoditas ekspor diharapkan mampu menambah devisa negara dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat”, tutup Agus.// Rls// **Judistira.

banner 468x60) banner 468x60) banner 468x60)

Posting Terkait