Kasus Pelanggaran Netralitas ASN Dalam Pilkada Mamuju Mulai Disidangkan

6 views

Mamuju, Potretrakyat.com- Kasus pelanggaran netralitas ASN dalam Pilkada yang menyeret dua (2) ASN Pemkab Mamuju terus bergulir di meja hijau. Selasa, (5/1/2021).
 
Dalam kasus ini, Pengadilan Negeri (PN) Mamuju menetapkan Rusdianto dan Herman sebagai terdakwa. Rusdianto merupakan pejabat Plt. Kepala Disnakertrans Mamuju, sedangkan Herman sebagai Sekretaris Dishub. Kabupaten Mamuju.
 
Keduanya secara sengaja dan terang-terangan mengkampanyekan salah satu paslon di Pilkada Mamuju. Bahkan Rusdianto mengeluarkan ancaman terhadap ASN dan tenaga honor yang hadir saat itu agar memilih salah satu paslonkada Mamuju.

Kampanye tersebut berlangsung di rumah salah satu rumah warga atas nama Hardiansyah di Dusun Tamao, Desa Tampalang, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat pada Sabtu, (21/11/2020) lalu.
 
Aksi kedua terdakwa terekam video seorang warga yang hadir dalam kegiatan kampanye tersebut. Rusdianto berdurasi 13.33 detik. Sedangkan Herman 6 menit 44 detik. Video itu memperlihatkan terdakwa memberikan orasi guna menggalang dukungan.
 
Mereka kemudian didakwa melanggar Pasal 188 juncto (jo) pasal 71 Ayat 1 UU Nomor 10 Tahun 2016. Isinya tentang ‘pejabat ASN dilarang membuat keputusan atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu paslon’.
 
“Dakwaannya tunggal. Artinya, dakwaan masing-masing terdakwa itu sama. Belum pembacaan tuntutan, tapi kalau menurut UU, tuntutannya enam bulan dan denda Rp 6 juta,” ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yusriana Yunus.
 
Selain video, alat bukti lain menguatkan unsur pelanggaran itu. Tiga saksi telah memberikan keterangan. Masing-masing Ketua Bawaslu Mamuju Faisal Jumalang, Ketua Panwascam Tapalang Wahyuddin, dan pemilik rumah Hardiansyah.
 
“Keterangan saksi makin memenuhi unsur. Kedua terdakwa pun mengakui hal itu. Dan mereka menyesal,” tandasnya.// Rls// **The_man.

banner 468x60) banner 468x60) banner 468x60)

Posting Terkait