Kedapatan Adanya Ketidak Sesuaian Dalam Takaran Pengisian BBM, SPBU Simboro Terancam Ditutup

147 views

Mamuju, Potretrakyat.com; –Kedapatan adanya ketidak sesuaian takaran pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM_red;) yang melewati batas toleransi oleh tim pemeriksa dari Dinas Perdagangan Kabupaten Mamuju dan dianggap tidak kooperatif, SPBU (Stasuin Pengisian Bahan bakar Umum_red;) Simboro terancam ditutup. Jumat, (15/03/2019).

Setelah mendapatkan berbagai keluhan dari masyarakat yang merasa adanya kejanggalan dengan takaran pengisian BBM di beberapa SPBU yang ada di kabupaten Mamuju, Dinas Perdagangan Kabupaten Mamuju bersama Ombudsman Republik Indonesia  Perwakilan Sulawesi Barat mendatangi beberapa SPBU yang terletak di dalam kota Mamuju. Salah satu SPBU yang didatangi adalah SPBU Haji Asnuddin Sokong atau yang lebih dikenal dengan SPBU Simboro.

Dari hasil Tera ulang yang dilakukan oleh tim pemeriksa dari Dinas Perdagangan Kabupaten Mamuju di SPBU Simboro, ditemukan banyak kejanggalan yang diduga dilakukan oleh pihak SPBU. Diantaranya adalah ketika tim Pemeriksa meminta untuk dibukakan bagian mesin dari alat pengisian BBM, pihak SPBU mengatakan bahwa “Kunci nya tidak ada”. Sedangkan menurut Oktovianus selaku Sekretaris Dinas Perdagangan yang turun langsung mengawal proses pemeriksaan hari itu mengatakan, “Seharusnya kunci tersebut harus standby (Ada_red;) di setiap SPBU, menghindari tiba-tiba terjadi kerusakan mesin dan harus diperbaiki”, ungkap Oktovianus.

Kejanggalan lain yang ditemukan, ketika diminta untuk menunjukkan surat keterangan Tera, ternyata surat tersebut telah Daluarsa sejak 2016 lalu. Sedangkan kejanggalan lainnya adalah ditemukannya satu mesin pengisian BBM yang beredar keterangan Tera dari Pemerintah Daerah Polewali Mandar (Pemda Polman_red;) yang dioperasikan di Mamuju tanpa melaporkan kepada pihak terkait di Mamuju.

SPBU Simboro pun dianggap tidak kooperatif, karena setiap kali dilakukan pemeriksaan, pihak SPBU selalu berkelit dengan mengeluarkan berbagai macam alasan.

Iya, berdasarkan laporan dari para petugas kami, bahwa setiap kali dilakukan pemeriksaan, pihak SPBU selalu mengeluarkan berbagai macam alasan. Itu kan berarti Pihak SPBU tidak koperatif dengan tugas kami”, Ucap Sekretaris Dinas Perdagangan saat diwawancarai Media Potretrakyat.com usai melakukan Pemeriksaan Tera Ulang terhadap Mesin Pengisian BBM milik SPBU Simboro.

Dari beberapa temuan yang didapatkan menurut Oktovianus, SPBU Simboro terancam ditutup sesuai rekomendasi dari Dinas Perdagangan dan Ombudsman RI Perwakilan Sulbar kepada Dinas ESDM, jika dianggap tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

Menanggapi beberapa temuan oleh tim pemeriksa, pengawas SPBU Marzuki mengatakan, “Saya tidak tahu menahu terkait teknis operasional dari mesin pengisian BBM itu dan hanya teknisi saja yang mengetahui hal tersebut”, ungkapnya.

Menjawab pertanyaan terkait SPBU Simboro dianggap tidak kooperatif, Marazuki menjelaskan bahwa hal itu merupakan kewenangan pemilik SPBU dan sebagai Pegawai mereka tidak mengetahui soal itu.

Ketidak sesuaian yang ditemukan melebihi batas toleransi yang dimaksud adalah 100 ml/ 20 Liter sedangkan temuan tim pemeriksa adalah 151 ml untuk mesin pengisian Solar dan 178 ml untuk mesin pengisian Pertalite pada setiap 20 liter pengisian. Sedangkan untuk Premium tidak dapat dilakukan Tera karena stok Premium di SPBU tersebut dalam keadaan kosong. // **JUDISTTIRA.

Posting Terkait