Kegiatan KSN GP Ansor Di Kabupaten Mamuju

534 views

Mamuju, Potretrakyat.com; –Kegiatan prosesi penyerahan Bendera Kirab Satu Negeri (KSN) GP Ansor Zona Miangas berlangsung di Jln, Ahmad Kirang Mamuju, Senin (01/10/18).

Adapun rangkaian KSN diawali penyerahan Bendera Merah Putih dari pasukan 17 KSN GP Ansor kepada Pimpinan Pusat GP Ansor, Ma’sud Shaleh dan diteruskan kepada Wakil Gubernur Sulbar, Hj. Enny Anggraeny Anwar.

Selanjutnya dari Wakil Gubernur Sulbar diteruskan kepada Ketua PW GP Ansor Sulbar, Sudirman AZ yang selanjutnya diteruskan kepada Ketua PC Ansor Mamuju, Zahril S.Pdi, hingga dikembalikan kepada pasukan 17 KSN GP Ansor untuk diteruskan ke Kabupaten Majene.

Setelah kegiatan serah terima bendera Merah Putih KSN dilanjutkan kegiatan penandatangan komitmen kebangsaan dan sholat ghoib bersama di masjid Syuhada Mamuju, dalam rangka mendoakan para korban gempa tsunami di Palu, Sulawesi Tengah.

Kegiatan KSN yang dilaksanakan di Mamuju turut dihadiri Wakil Gubernur Sulbar, Hj. Enny Anggraeny Anwar, Mewakili Kapolda Sulbar, Waditbinmas Polda Sulbar, AKBP H. Muh. Ikbal, Wakil Bupati Mamuju, H. Irwan SP Pababari, Pimpinan Pusat (PP) GP. Ansor, Ma’sud Shaleh, Koordinator PW GP. Ansor Sulbar, H. Amran HB, Ketua PW. GP. Ansor Sulbar, Sudirman AZ, Ka Satkorwil Banser Sulbar, M. Ansar Tahir, Ketua GP Ansor Mamuju, Zahril, S.Pdi, Sekertaris GP. Ansor Mamuju, Ashari Rauf, Kasatkorcab Banser Mamuju, Muhammad Iksan Hidayah, dan sejumlah OKP yang ada Mamuju.

Dalam sambutannya, Ketua PW GP Ansor Sulbar, Sudirman menyampaikan turut berbelasungkawa atas musibah gempa yang terjadi di Sulteng. Kemudian sebagai bentuk kepedulian, GP Ansor dan Banser juga turun kejalan melakukan penggalangan dana, serta beberapa kader GP Ansor-Banser baik dari Kabupaten Mamuju maupun Mamuju Tengah berangkat menjadi relawan untuk membantu korban gempa tsunami di Palu.

“Sebelumnya banyak agenda kegiatan Kirab Satu Negeri di Sulbar, namun karena kita dalam keadaan suasana duka. Sehingga kegiatan seperti Pawai, Festival budaya seperti Sayyang Patuddu dibatalkan,” terangnya.

Di jelaskan, pada tanggal 28 Oktober, rombongan Kirab Satu Negeri Sulawesi Barat (Sulbar) berangkat menjemput bendera Kirab Satu Negeri Zona Miangas dari perbatasan Sulbar dan Sulteng. Namun tidak disangka musibah gempa yang berpusat di Donggala Sulawesi Tengah terjadi ketika rombongan berada ditengah perbatasan. Sehingga para rombangan menyempatkan diri untuk mengungsi.

Meskipun masih dalam suasana was – was, Kirab Satu Negeri di Sulawesi Barat tetap dilanjutkan, yang dimulai dari Kabupaten Pasangkayu dengan berbagai rangkaian kegiatan seperti zikir dan istighotsah serta membagikan 70 buah Alquran untuk tiga pesantren yang ada di Pasangkayu.

Kemudian rombongan Kirab Satu Negeri melanjutkan ke Kabupaten Mamuju Tengah dengan berbagai rangkaian kegiatan, termasuk membagikan 70 buah Alquran kepada dua Pesantren yang ada di Mamuju Tengah. Hingga kemudian Kirab Satu Negeri dilaksanakan di Kabupaten Mamuju dengan berbagai rangkaian kegiatan yang sifatnya lebih kepada bentuk belasungkawa yang dialami oleh korban Gempa Tsunami Palu.

“Meskipun masih dalam suasana duka, GP Ansor harus tetap tangguh menjaga Negara Kesatuan Republik Indondesia (NKRI) tanpa harus melupakan saudara – saudara kita yang tertimpa musibah,” ungkap Sudirman.

Di tempat yang sama, Koordinator PW GP. Ansor Sulbar, H. Amran HB, mengajak kepada semua Bangsa Indonesia untuk tetap menghargai segala bentuk perbedaan baik agama, sosial cultural dan lainnya. Karena menurut Amran, perbedaan adalah anugrah dari Allah SWT.

“Itulah pesan moral Kirap Satu Negeri, mengingatkan kembali kondisi Bangsa Indonesia yang beragang namun pada hakekatnya tetap satu,” pungkasnya.// Irwan// *JM.

Posting Terkait