Kisruh Sangsi Administrasi Yang dikeluarkannya, Imelda Pababari; ‘S’ Tidak Pernah Berkantor Sudah Hampir Setahun

6 views

Mamuju, Potretrakyat.com; -Tanggapi pemberitaan soal Kisruh Tindakan hukuman administrasi yang dikeluarkan Kepala Dinas Perdagangan Mamuju terhadap Dua ASN (Aparat Sipil Negara) dilingkup Dinasnya, Hj. Imelda Pababari selaku Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Mamuju menyampaikan klarifikasinya terkait hal tersebut.

Bertempat diruang kerjanya di Dinas Perdagangan Kabupaten Mamuju. Pada Kamis, (3/9/2020) H. Imelda Pababari mengatakan bahwa dirinya sudah ditelepon oleh H (salah seorang staf nya yang mendapat Surat Peringatan (SP) ke Empat). Dalam percakapan tersebut, ‘H’ menyampaikan alasan dirinya tidak masuk kerja selama beberapa bulan ini karena dirinya msih berada dirumahnya di Makassar dan belum bisa ke Mamuju untuk menunaikan tugasnya sebagai ASN. ‘H’ juga menjanjikan akan kembali bekerja setelah Pandemi Covid-19 ini berakhir.

Menanggapi soal pernyataan ‘S’ di media, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Mamuju menguraikan bahwa apa yang dikatakan ‘S’ yang katanya sudah mengajukan pindah ke Dinas Perdagangan Mamuju, nyatanya sejak dirinya menjabat sebagai kepala Dinas Perdagangan  pada 31/12/ 2019 lalu, dirinya tidak pernah bertemu dengan ‘S’ atau pun menerima Surat permohonan pindah tersebut.

“Sengaja saya ajak sekertaris dan dua kabid (kepala bidang) saya sebagai saksi bahwa apa yang saya katakan adalah benar adanya. ‘S’ tidak pernah berkantor sudah hampir setahun lamanya. Kalau memang ada suratnya, apa hak saya untuk menahan orang?!…”, ungkap Kadis.

“Kedua, soal surat teguran yang ditanyakan oleh ‘S’, ini saya tunjukan buktinya bahwa kami sudah melakukan sesuai prosedur. Seharusnya sebagai seorang ASN harusnya mengetahui tugas dan fungsinya sesuai PP nomor 53 tahun 2010 tentang Undang-Undang disiplin sebagai ASN,” Katanya.

Lebih lanjut dikatakan Imelda, “Sebagai kepala Dinas saya berhak memanggil dan mengetahui alasan pegawai saya terkait kehadirannya. Untuk surat teguran kedua dan ketiga kami menyurat sesuai dengan aturan. Kami sudah menembusi ke BKD dan sekda. Dan pada dua hari yang lalu saya keluarkan surat teguran keempat dan sudah ditembusi ke BKN provinsi tinggal menunggu keputusan dari BKN. Sedangkan untuk surat teguran pertama itu dikeluarkan oleh kadis  sebelum saya”.

“Kalau ikut Aturan yang berlaku, ASN yang tidak menjalankan tugasnya atau mangkir dari tugasnya tanpa kabar selama 46 hari maka dapat diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau pemberhentian dengan tidak hormat. Nah…sedangkan ‘S’ ini bukan Cuma 46 hari tapi sudah sekitar  Sekitar Sembilan Bulan sejak saya menjabat bahkan mungkin lebih karena sebelum saya menjabat sebagai Kadis Perdagangan, Sudah ada surat teguran Pertama yang dikeluarkan Kadis sebelumnya,” Urai Imelda.

Menyinggung soal gaji ke 13 milik ‘S’ yang tidak dibayarkan, Kepala Dinas Perdagangan Mamuju mengatakan, dirinya memang sengaja menahan gaji 13 milik ‘S’ dengan maksud agar ‘S’ memiliki itikad baik untuk kembali masuk kantor dan mengerjakan tugasnya sebagai ASN dan tidak ada maksud lain.

“Ini tidak ada maksud lain-lain, ini semata-mata hanya ingin agar semua staf saya masuk kerja dan menjalankan tugasnya sebagai ASN,” ungkap Imelda Pababari.

Imelda juga mengatakan bahwa, “Perlu digaris bawahi, Saya tidak pernah berusaha menemui ‘S’ dirumahnya karena rumahnya saja saya tidak tahu apalagi saya mau temui dia”.

Terkait alasan ‘S’ yang mengatakan bahwa dirinya waktu lalu sedang kuliah, Imelda Pababari selaku kepala Dinas Perdagangan Mamuju menjelaskan, “Kalau memang benar dia (‘S’) berkuliah, kami meminta untuk adminitrasi, surat tugas belajar tapi kenapa tidak ada?!… Kalau ad tugas belajar atau ijin berlajarnya, kami bisa terima dan sesuai aturan yang berlaku”.

Selanjutnya, menyinggung soal pemberitaan yang menulis tentang hubungan persaudaraannya dengan wakil bupati Mamuju, Imelda Pababari menegaskan bahwa, hal ini tidak ada sangkut pautnya dengan saudaranya.

Disini saya bicara sebagai kepala Dinas Perdagangan yang bertanggung jawab atas tugas saya bukan sebagai pribadi saya, jangan dikait-kaitkan dengan bapak wakil bupati”, tegas Imelda Pababari.//** Judistira.

banner 468x60)

Posting Terkait