Kolam Renang Milik Dinas Pariwisata Kabupaten Mamuju Memprihatinkan

466 views

MAMUJU,POTRETRAKYAT.COM-Mamuju – Keberadaan lokasi tamasya yang berada So’do Kali Mamuju Kelurahan Mamuyu Kecamatan Mamuju Kabupaten Mamuju kondisinya sangat memperihatinkan. Bagi warga yang ingin berkunjung kesana harus siap – siap gigit jari, pasalnya kondisi kolam renang dengan gasebo yang seyogyanya menjadi tempat hiburan untuk menghilangkan penat, kini berubah menjadi tempat yang tak terurus alias tak bertuan.

Pantauan deliknews.com. Keberadaan kolam renang yang dijadikan tempat permandian umum bagi warga Mamuju dan sekitarnya. Kondisinya sangat memprihatinkan, selain bagian kolam renang ditumbuhi rumput yang paling miris kondisi air kolam yang sudah kotor dan keruh. Kuat dugaan, kolam renang ini jarang difungsikan oleh pengunjung.

Seperti pengakuan salah seorang warga setempat adalah Ka’mang menyebutkan bahwa keberadaan objek wisata permandian milik pemerintah Kabupaten ini awalnya sangat diminati masyarakat setempat. Namun tidak berlangsung lama, dalam perjalanannya kolam renang tersebut tiba – tiba tidak difungsikan dengan alasan pompa air sudah tidak maksimal.

“Persoalannya tidak difungsikan hanya karena mesin pompa yang tidak maksimal. Dan jelas pemerintah rugi kalau tempat permandian umum ini tidak segera difungsikan karena pembangunannya memakan anggaran besar,”Kata Ka’mang kepada Wartawan

Dia mengaku, tidak berfungsinya pemandian umum ini diketahui sudah berlangsung beberapa bulan terakhir ini. Akibat kondisi ini, Ka’mang yang juga sebagai pengelolah kolam renang itu sudah sering menyampaikannya ke Dinas Pariwisata Kabupaten Mamuju dengan tujuan untuk bisa menempatkan satu unit pompa air yang lebih besar agar penyediaan air ke kolam bisa maksimal.

“Ini hanya persoalan pasokan air ke kolam. yang terjadi tidak ada pasokan air, pompa yang saat ini tidak mampu mengisi kolam renang tersebut,”ujarnya.

Menurut dia, terkait dengan kolam renang yang terkesan terjadi pembiaran oleh dinas terkait, jika pemerintah kabupaten melakukan pembiaran tanpa ada perhatian, sudah dipastikan aset milik Kabupaten Mamuju ini akan rusak. Apalagi biaya pembangunan kolam renang itu tentu menyerap anggaran miliaran rupiah.

“Seharusnya dinas terkait secepatnya memperhatikan kolam ini, jangan sampai ada pembiaran. Kalau tidak, pasti akan menunggu kerusakan,”harpanya.

Sementara Sekretaris Pariwisata Kabupaten Mamuju, Clara kepada Media mengaku, bahwa kolam renang yang berada So’do Kali Mamuju tersebut memang tanggung jawab Dinas Pariwisata Kabupaten Mamuju. Dia mengaku, adanya sorotan bahwa kolam renang itu tidak terurus, kata dia, tidak benar tuduhan tersebut. Sebab selama ini kolam renang itu mempunyai biaya pengelolaan. Namun kata Clara, dari akhir bulan Desember 2016 DPA belum ditanda tangani sehingga biaya perawatan rutin belum dicairkan sehingga pengelolahnya belum bekerja karena belum mengantongi anggaran.

“Bukan tidak terurus pak, tapi memang DPA Dinas Pariwisata belum di tanda tangani sehingga biaya perawatan kolam itu belum cair,”kata Clara saat ditemui diruangannya.

Dia menyebutkan, bahwa biaya perawatan dalam satu tahun kolam renang tersebut berkisar 40 juta rupiah. Dan berharapa kolam renang tahun ini bisa kembali aktif dan dirasakan manfaatnya bagi para pengujung.

Selain itu, Clara juga berdalih, bahwa beberapa gasebo yang berada disekitar So’do Kali Mamuju itu masih tangung jawab dinas Pariwisata Provinsi dan sampai saat ini belum ada penyerahan aset ke Dinas Pariwisata Kabupaten. Makanya kata dia, sejumlah Gasebo itu masih tanggung jawab dinas provinsi untuk pengelolaannya.

“Kalau mengenai Gasebo itu bukan tanggung jawab kami di Kabupaten tetapi itu masih menjadi tanggung jawab dinas Pariwisata Provinsi Sulbar,”terangnya. (ady)

Posting Terkait