KPK Disebut Gelapkan Aset Koruptor, Fahri: Jika Betul itu Sudah Pidana

219 views

JAKARTA,POTRETRAKYAT.COM-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta untuk melaporkan hasil barang sitaan dari para koruptor. Terutama yang tidak dilaporkan ke rumah penyimpanan barang sitaan negara (Rupbasan).
Sebab jika tidak dilaporkan, kata Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, KPK bisa disebut menggelapkan aset negara.

“Kalau tidak dilaporkan dalam waktu dekat, maka itu bisa disebut penggelapan aset negara dan penggelapan itu juga masuk korupsi,” tegasnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/8).

Fahri menerangkan, banyak laporan soal barang sitaan yang dilakukan KPK, tidak disampaikan secara utuh ke Rupbasan. Karenanya, dia memandang perlu Pansus Angket KPK menelusuri indikasi penggelapan aset negara tersebut.

Pasalnya, lanjut dia, bagi mereka yang menggelapkan aset negara, bisa diancam pidana. “Pansus harus segera menindaklanjuti kasus itu. Karena bisa masuk ranah pidana itu,” pungkasnya.

Berdasarkan tinjauan Pansus Angket KPK terhadap lima kantor Rupbasan di wilayah hukum Jakarta dan Tangerang, tidak terdapat data-data barang sitaan dan rampasan berupa uang, rumah, tanah, dan bangunan dari kasus yang ditangani KPK.

“Ternyata barang yang didaftarkan hanya sebatas mobil, motor, mesin, dan alat kesehatan yang sudah rongsok,” papar Ketua Pansus Angket KPK Agun Gunanjar Sudarsa, Selasa kemarin.

(dna/JPC)

banner 468x60)

Posting Terkait