Kuasa Hukum Pemohon Sebut Semakin Jelas Ijasah Ado Mas’ud Tidak Valid

7 views

Mamuju, Potretrakyat.com; -Musyawarah terbuka sengketa pilkada lanjutan Kasus dugaan Penggunaan Ijazah Palsu yang diajukan oleh Pihak Pemohon ke Bawaslu Kabupaten Mamuju dengan menghadirkan Saksi Ahli semakin memperkuat kecurigaan dari Kuasa Hukum pemohon terkait keabsahan ijasah calon wakil bupati nomor urut 2 Ado Mas’ud. Rabu, (7/10/2020).

Lanjutan musyawarah terbuka penyelesaian sengketa Pilkada terkait gugatan penggunaan ijazah palsu oleh Calon wakil Buapati Mamuju Ado Mas’ud yang dihadiri oleh Kuasa Hukum Pemohon, Termohon dan pihak terkait bersama Majelis Bawaslu Kabupaten Mamuju mendengarkan keterangan dari Saksi ahli.
 
Usai mengikuti musyawarah terbuka,
dengan mendengarkan keterangan Saksi Ahli, Kuasa Hukum pemohon Akridi, SH., Menyampaikan kepada media bahwa kaitan dengan penggunaan ijazah Palsu bahwa pihaknya sudah mendengar dari keterangan saksi ahli bahwa sudah sangat jelas, terkait persoalan penggunaan ijazah yang sudah disinkronkan dengan forlap DIKTI, menurut Saksi Ahli bahwa data itu tidak valid.

Kita sama-sama sudah mendengarkan keterangan ahli bahwa data Ijazah dari Ado Mas’ud tidak valid,” ucapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa sesuai dengan aturan Permenristekdikti, sudah jelas di nomor 61 tahun 2016 semua data yang ada dalam forlap Dikti, sudah ketentuan secara nasional makanya membuktikan bahwa di pasal 18 juga dikatakan bahwa data yang ada di Forlap Dikti itu satu-satunya acuan dan seharusnya KPU dalam mengambil keputusan mengenai masalah persyaratan dokumen calon seharusnya diverifimasi lewat Forlap Dikti karena itu menjadi satu basis data.

Pemerintah melalui melalui kemenristekdikti, sudah memfasilitasi yang namanya pengimputan data mahasiswa di Forlap yaitu sebagai alat Verifikasi data kemahasiswaan apakah mahasiswa tersebut betul-betul sudah melalui prosedur yang baik atau tidak. Kalaupun data ada dalam Forlap dikti itu harus lengkap karena jelas sudah diatur dalam permenristek dikti no.61 tahun 2016, Data yang bisa dikatakan falid apa bila data itu semuanya lengkap dalam Forlap Dikti,” tandas Akriadi.// Rls// **Judistira.

banner 468x60)

Posting Terkait