Mateng Dan Polman Keok, Majene Berjaya Dalam Capaian Target PB

88 views

Mamuju, Potretrakyat.com; –Peran serta dukungan serius dari Pemerintah Daerah dan Sumber daya Manusia Petugas Lapangan KB menjadi factor utama keberhasilan pencapaian target Program KKBPK milik BKKbN. Ditahun 2018, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng_red;) dan Polewali Mandar (Polman_red;) menjadi daerah terendah dan Kabupaten Majene Tertinggi dalam hal Capaian Peserta KB Baru (PB_red;) per- Mix kontrasepsi, per -Kabupaten.

Capaian target tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BkkbN_red;) Sulbar,  Dra. Hj. Andi Ritamariani, M.Pd., saat konfrensi pers di kantornya, Jumat (08/02/19).

Tercatat Kabupaten Mateng hanya mencapai 43,87 % dari total target 4.110 PB, sedangkan Kabupaten Polman mencapai 53,93 % dari total target 12.938 PB selama tahun 2018 kemarin.

Angka tersebut berada dibawah 4 kabupaten lainnya yakni, Kabupaten Mamuju 55,52 % dari target 6.457 PB, Kabupaten Pasangkayu 68,75% dari target 4.198 PB, Kabupaten Mamasa 89,54% dari target 2.362% dan Kabupaten Majene yang meraih capaian tertinggi yakni 111,02 % dari target 4.245 PB.

“Selama tahun 2018 kemarin, Kabupaten Mateng dan Polman menjadi kabupaten terendah capaiaan pengguna KB barunya, per- mix kontrasepsi, per Kabupaten sampai dengan Desember 2018,” ungkap Andi Rita.

Menurut Kepala Perwakilan Dengan capaian yang cukup rendah dibeberapa Kabupaten, juga mempengaruhi capaian target Perkiraan Permintaan Masyarakat (PPM_red;) dari BkkbN Sulbar yang hanya mencapai 71,89 % dari total target 34.320 pengguna KB baru.

Andi Rita mengatakan, alasan Kabupaten Majene bisa melampaui capaian target mereka, karena Petugas Lapangan KB (PLKB_red;) mereka yang sangat memadai.

“Di Majene satu PLKB itu, hanya membina satu sampai dua wilayah saja, berbeda di Polman dan Mateng ada PLKB yang membina 10 wilayah, sehingga sangat sulit bagi PLKB dalam bekerja,” kata Kepala Perwakilan.

Selain PLKB, menurut Andi Rita, keseriusan dukungan dari pemerintah setempat juga sangat penting dalam mejalankan dan mencapai target dari program-program KKBPK ini.

“Sebenarnya mereka (Pemerintah Setempat_Red;) harus serius dalam mendukung, karena pernah kita sampaikan capaian Kabupaten ini seperti ini dan apa yang perlu digenjot. Tapi alasan yang selalu muncul bahwa dukungan anggarannya itu kecil sekali, mungkin KB ini bukan program prioritas mereka,” jelas Andi Rita.

Lebih lanjut Andi Rita menuturkan, dukungan Pemda itu terlihat jelas dalam mensukseskan program-program KB, seperti halnya di Kabupaten Majene, pemerintahnya tetap mempertahankan struktur oraganisasi petugas KB mereka dan tidak dicampur dengan organisasi lain.

“Struktur organisasi KB Kebupaten Majene itu bagus, dia berdiri sendiri tidak digabung dengan instansi lain, sebelum dan setelah Otonomi Daerah, Majene masih memelihara PHL-nya, mekanisme dilapangan masih dipelihara, karena orang-orang yang duduk jadi PLKB adalah mereka paham betul. Hal ini tidak seperti di kabupaten lainnya, karena di kabupaten lain, yang jadi PLKB keluar semua dan tidak diganti, makanya hancur capaiannya ” tutup Andi Rita. // ** JUDISTIRA.

Posting Terkait