Membumikan Pancasila dengan Pramuka

259 views

JAKARTA,POTRETRAKYAT.COM-Kepramukaan adalah sistem pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan serta perkembangan masyarakat dan bangsa Indonesia. Untuk itu, gerakan ppramuka mengambil peran penting dalam pembangunan karakter bangsa serta wawasan kebangsaan.

Prinsip dasar kepramukaan sebagai norma hidup sebagai anggota gerakan pramuka, ditanamkan dan ditumbuh kembangkan kepada setiap peserta didik melalui proses penghayatan oleh dan untuk diri pribadi dengan bantuan para pembina, sehingga pelaksanaan dan pengalamannya dapat dilakukan dengan inisiatif sendiri, penuh kesadaran, kemandirian, kepedulian, tanggungjawab serta keterikatan moral, baik sebagai pribadi maupun sebagai anggota masyarakat.

Pada hakekatnya anggota gerakan pramuka wajib menerima prisip dasar kepramukaan, yaitu menaati perintah Tuhan Yang Maha Esa dan menjauhi laranganNya serta beribadah sesuai tata cara dari agama yang dipeluknya, memiliki kewajiban untuk menjaga dan melestarikan lingkungan sosial, memperkokoh persatuan, serta menerima kebinekaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Memerlukan lingkungan hidup yang bersih dan sehat agar dapat menunjang dan memberikan kenyamanan dan kesejahteraan hidup dan karenanya setiap anggota gerakan pramuka wajib peduli terhadap lingkungan hidup dengan cara menjaga.

Memelihara dan menciptakan kondisi yang lebih baik, bahwa manusia tidak hidup sendiri, melainkan hidup bersama berdasarkan prinsip peri kemanusiaan yang adil dan beradab dengan makhluk lain ciptaan Tuhan, khususnya dengan sesama manusia.

Metode kepramukaan pada hakekatnya tidak dapat dilepaskan dari prinsip dasar kepramukaan yang keterkaitanya keduanya terletak pada pelaksanaan kode kehormatan pramuka. Prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan harus dilaksanakan secara terpadu, keduanya harus berjalan seimbang dan saling melengkapi.

Setiap unsur pada ketode kepramukaan merupakan subsistem tersendiri yang memiliki fungsi pendidikan spesifik, yang secara bersama-sama dan keseluruhan saling memperkuat dan menunjang tercapainya tujuan pendidikan kepramukaan.

Metode kepramukaan merupakan salah cara belajar interaktif progresif melalui:

Pengamalan Kode Kehormatan Pramuka.
Belajar sambil melakukan.
Sistem beregu.
Kegiatan yang menantang dan menarik serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan perkembangan rohani dan jasmani anggota muda.
Kegiatan di alam terbuka.
Kemitraan dengan anggota dewasa dalam setiap kegiatan.
Sistem tanda kecakapan.
Sistem satuan terpisah untuk putra dan untuk putri.
Kiasan dasar.
Membumikan Pancasila dengan pramuka

A. Pembentukan karakter melalui kemampuan berorganisasi

Kegiatan kepramukaan dapat berhasil menciptakan peserta didik yang berkarakter jika pada proses pendidikannya tidak hanya mengembangan teknik kepramukaan semata, tetapi juga dikembangkan kemampuan, keterampilan dan sikap berorganisas

Dalam organisasi akan diterapkan prinsip-prinsip manajemen atau pengelolaan organisasi seperti perencanaan, pengorganisasian pengarahan dan fungsi pengawasan . Di samping itu, organisasi juga merupakan sebuah alat atau media kontrol sosial bagi sekolah atau pihak lainnya utuk mengamati sekaligus memantau perkembangan siswa.

Kemampuan beroganisasi, kemampuan merencanakan, kemampuan mengorganisasi, kemampuan mengarahka dan kemampuan pengawasan dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata selepas siswa meninggalkan lembaga pendidikan. Di rumah tangga, lingkungan masyarakat dan juga lingkungan bisnis, prinsip-prinsip manajemen akan dipergunakan.

B. Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam pramuka

Berkarakter sesuai satya darma pramuka.

Religius yaitu bahwa jiwa dan nilai-nilai agama yang benar melandasi dan mewarnai langkah berindividu, bernegara, berbangsa, dan bermasyarakat, sehingga membentuk kepribadian yang percaya dan tunduk pada Tuhan yang maha kuasa.

Patriotis yaitu cinta tanah air, bela negara, patriot bangsa, bangga dengan negeri sendiri, peduli kepentingan nasional ketika berhadapan dengan kepentingan asing yang merugikan, dan menjaga keutuhan NKRI serta dasar negara Pancasila.

Terbuka yaitu dalam arti menghormati pluralitas sosial bangsa, memiliki sikap toleran pada perbedaan pemikiran, dan menghargai bahwa setiap warga negara punya hak yang sama dalam NKRI

Berkompetensi

Terampil, cerdas, memiliki keahlian, dan kepakaran dalam suatu bidang tertentu, di samping memiliki kecakapan hidup yang umum, berwawasan yang mumpuni, berpengetahuan luas dan mendalam.

Ia juga dapat diandalkan untuk menuntaskan pekerjaan dan kegiatan, serta dengan kemahirannya dapat mengembangkan dirinya dan masyarakatnya untuk kemajuan peradaban manusia yang tinggi.

Berkolaborasi

Mampu dan mau bekerjasama, bersinergi, koperatif, tolong-menolong, peduli sesama hidup dan lingkungan hidup, bertindak sosial, mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi, team work, networking, menjalin silaturahmi, bekerja secara kolektif, suka bermusyawarah.

Posting Terkait