Mengaku Pengacara, Gelapkan Satu Mobil dan Uang Ratusan Juta

426 views

JAKARTA,POTRETRAKYAT.COM-GSL alias Galih harus berurusan dengan polisi. Dia ditangkap atas kasus tipu gelap. Akibat ulahnya, dua korbannya merugi ratusan juta dan sebuah mobil pun raib.
Kanitreskrim Polsek Jambangan Ipda Agus Eko Widodo menuturkan, berawal dari perkara yang dilaporkan oleh Prasetya Aris Pradangga, pemilik rental mobil di Jalan Jambangan Tol Nomor 30. Dia mengaku kehilangan sebuah mobil Honda Jazz L 412 RI yang sebelumnya dipinjam oleh Galih.

”Untuk meyakinkan korban, pelaku memberi jaminan sebuah KTP, kartu nama advokat dan sebuah sepeda motor,” ujar Agus, Kamis (24/8). Lama mobil tidak kembali, korban berusaha mencari rumah pelaku sesuai kartu identitas.

Saat dicari ternyata rumah dengan alamat itu sudah terjual. Korban merasa tidak kunjung diberi kejelasan. Mobil yang disewa pelaku akhirnya jatuh tempo pada Mei 2017. ”Pelaku ini mbulet dan ingkar janji untuk mengembalikan mobil sesuai kesepakatan,” lanjut Agus bercerita.

Nah, akhirnya ketahuan ternyata Galih telah menggadaikan mobil berwrna merah itu di daerah Gresik. Hasilnya, pria 37 tahun tersebut mendapat Rp 25 juta.

Tak hanya sampai di situ, Rusman juga menjadi korban tipun gelap selanjtnya yang dilakukan Galih. Dia membuat laporan ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak tanggal 20 Agustus 2017. ”Adik saya kena kasus narkoba mas sejak bulan April. Dan dia itu kelihatan meyakinkan mau menolong adik saya jadi kuasa hukumnya,” ucap pria 32 tahun itu.

Galih terang-terangan langsung meminta uang Rp 150 juta untuk mengurusnya. ”Itu belum termasuk pembuatan surat kuasa. Galih minta Rp 4 juta lagi,” ungkap Rusman. Dia pun menuruti permintaan pelaku. Sampai-sampai Rusman harus menjual mobil untuk mendapatkan uang sebanyak itu.

Uang akhirnya cair, lalu ditransfer ke rekening Galih. Namun dari Mei sampai Juli tidak ada perkembangan. Malah sang adik sudah masuk sampai rutan Medaeng. Rusman merasa ada yang tidak beres. Pelaku yang dihubungi berkali-kali selalu berkelit.

Unit Reskrim Polsek Jambangan langsung bergerak mencari keberadaan pelaku. Rencana penangkapan dilakukan. Polisi yang mengetahui keberadaan Galih di RSI Wonokromo bergerak cepat. Tak berkutik, pria bertubuh gempal itu diringkus dan digelandang ke Mapolsek Jambangan untuk diperiksa.

Dari pengembangan yang dilakukan, terdapat tiga laporan polisi (LP) yang mengarah ke pelaku. ”Dua LP di polrestabes dan satu LP di Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Satu LP sudah dilakukan penyidikan oleh Unit Tipidek Satreskrim Polrestabes Surabaya,” beber perwira dengan satu balok di pundak tersebut.

Agus mengatakan, pelaku juga merupakan residivis kasus yang sama. Warga Perum Graha Sunan Ampel Blok N itu pernah ditahan tahun 2014 dengan kasus penggelapan uang di tempatnya bekerja. ”Pelaku ini memang menjadikan mata pencaharian dengan cara sperti itu dan selalu diulang-ulang,” terang Agus. Akibat perbuatannya, Galih harus mendekam di hotel prodeo maksimal selama 7 tahun.

(did/JPC)

Posting Terkait