Mengintip Peta Rencana Serangan Rudal Korut ke Guam

861 views

Pyongyang,POTRETRAKYAT.COM– Otoritas Korea Utara (Korut) menampilkan sekilas rencana serangan rudal ke dekat Guam, wilayah Amerika Serikat (AS) di Pasifik. Dalam foto-foto yang dirilis kantor berita resmi Korut, terlihat jelas jalur rudal yang akan diluncurkan ke Guam.

Foto-foto yang dirilis Korean Central News Agency (KCNA), seperti dilansir Reuters, Selasa (15/8/2017), menunjukkan pemimpin Korut Kim Jong-Un sedang memegang sebuah tongkat penunjuk dan menunjuk ke sebuah peta yang digelar di atas meja. Foto ini diambil saat Kim Jong-Un meninjau pusat komando militer Korut, baru-baru ini.

Peta yang bertuliskan ‘Rencana Serangan Pasukan Strategis’ itu menunjukkan jalur rudal balistik yang berawal dari pantai timur Korut, kemudian mengudara di atas wilayah Jepang dan berakhir di dekat Guam. Kim Dong-Yub yang merupakan pakar militer Institut Kajian Timur Jauh Universitas Kyungnam di Seoul, mencoba menganalisis peta dan foto-foto yang dirilis KCNA pada Selasa (15/8) ini.

Disebutkan Kim Dong-Yub, lokasi peluncuran rudal, seperti terlihat dalam peta itu, berada di sekitar Sinpo, kota pantai sebelah timur Korut yang menjadi pangkalan kapal selam rezim komunis itu. Menurut Kim, lokasi peluncuran di dekat Sinpo bersesuaian dengan pernyataan Korut pekan lalu.

Korut sebelumnya mengklaim empat rudal balistik jarak menengah akan mengudara di atas wilayah Shimane, Hiroshima dan Koichi di Jepang. Rudal-rudal itu juga disebut akan mengudara sejauh 3.356,7 kilometer dalam waktu 1.065 detik atau 17 menit 45 detik. Ditegaskan Korut bahwa rudal-rudal itu akan mendarat di perairan berjarak 30-40 kilometer dari daratan utama Guam.

“Setiap warga Korea Utara pasti telah melihat foto ini di televisi dan surat kabar. Korea Utara menunjukkan kepercayaan dirinya, memberitahu Amerika Serikat: jika mereka ingin menghentikannya, mereka bisa mencoba,” ucap Kim Dong-Yub.

“Ini juga memberi isyarat bahwa Korea Utara telah mempelajari ini dalam waktu lama dan siap beraksi, jika diputuskan demikian,” imbuhnya.

Dalam foto-foto briefing soal rencana serangan ke Guam itu, Kim Jong-Un berperan sebagai komandan tertinggi militer Korut. Dia didampingi oleh para jenderal Korut, yang salah satunya diidentifkasi sebagai Kim Jong-Sik, veteran ilmuwan roket dan salah satu otak di balik program rudal Korut.

Briefing itu diperkirakan dilakukan di dalam ruang perang, karena terdapat sejumlah peta lainnya yang menunjukkan zona operasional militer di wilayah Korea Selatan (Korsel) dan Jepang. Peta-peta itu terpasang di dinding yang ada di belakang Kim Jong-Un. Citra satelit hitam-putih terpasang di sebelah kiri Kim Jong-Un.

Usai memeriksa dan menganalisis, Kim Jong-Un memutuskan menunda serangan rudal ke Guam. Dia menyatakan ingin mengawasi AS yang disebutnya akan melakukan ‘tindakan bodoh’ dengan tetap melakukan latihan militer dengan Korsel. Rencananya, AS dan Korsel akan melakukan latihan militer gabungan pada 21 Agustus mendatang.

(nvc/ita)

Posting Terkait