Mervie Parasan; Penanganan Covid-19 Relatif Mudah, Tapi Butuh Kehati-Hatian

19 views

Mamuju, Potretrakyat.com; -Anggota DPRD Kabupaten Mamuju, Mervie Parasan menyebut, penanganan virus corona relatif mudah, tapi butuh kehati-hatian.

Selain menekan angka penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19), pemerintah juga harus memperhatikan dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan pandemi tersebut.

“Pemerintah daerah memang terbantu lewat program Kementerian, tapi Pemda juga harus teliti dalam mendata agar bantuannya tepat sasaran. Penanganan virus ini memang gampang-gampang susah,” ujar Mervie via telepon. Kamis, (7/5/2020).

Politisi Hanura itu menekankan agar kepala desa sebagai perpanjangan Pemda Mamuju dalam mendata masyarakat, dapat bekerja profesional dan transparan.

Ada tiga sumber anggaran untuk menangani dampak ekonomi, yakni dari Kementerian Sosial, Kementerian Desa-PDTT dan Pemda.

Menurut Mervie, masyarakat terdampak Covid-19 berhak mendapat salah satu dari sumber bantuan tersebut.

Ia juga mengimbau agar pendataan tidak berpatokan pada aset bergerak yang dimiliki masyarakat.

“Bisa saja ada yang punya mobil, tapi dicicil dan sekarang tidak bisa kerja. Ini kan terdampak (Covid-19),” imbuhnya.

Untuk itu, Ketua Bapemperda DPRD Mamuju tersebut menyarankan masyarakat segera melapor jika tidak didata oleh pemerintah desa.

Sebagai upaya penanggulangan Covid-19, DPRD Mamuju melakukan refocusing anggaran. Jumlah dana DPRD yang dipangkas sebesar Rp 8,8 miliar atau 40% dari total pagu anggaran yang dimiliki.

“Jadi anggaran DPRD itu dipangkas 8,8 miliar rupiah dari sekira Rp 21 miliar pagu. Totalnya 40%,” kata Mervie Parasan.

Pihaknya mengakui kewalahan karena sebelumnya Dana Alokasi Umum (DAU) dari pusat sudah lebih dulu dipangkas hampir 35% dari total Rp 600 miliar.

Pemda Mamuju pun terpaksa menutup ‘lubang’ tersebut melalui APBD sebesar 5%. Kata Mervie, kebijakan itu diambil untuk penanggulangan Covid-19 yang sebelumnya tidak masuk dalam perencanaan anggaran.

“Diandaikan sebelumnya kita tidak butuh senter, terpaksa harus beli senter. Beginilah situasinya, Covid-19 ini kan force majure (tiba-tiba), belum masuk perencanaan anggaran 2020,” tutupnya.// **Judistira.

banner 468x60)

Posting Terkait