Miliki Jenis Ikan Berbahaya, Segera Serahkan ke BKIPM Mamuju

477 views

MAMUJU,POTRETRAKYAT.COM – Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Mamuju gelar sosialisasi jenis Ilan Berbahaya yang dilarang masuk ke Indonesia kepada masyarakat di Simpang Empat Jl. Arteri, Senin (02/06/18).

Sosialisasi tersebut dimaksudkan agar masyarakat Mamuju yang memiliki ikan berbahaya dan dilarang untuk masuk ke Indonesia, agar segera menyerahkan kepada pihak BKIPM Mamuju.

BKIPM Mamuju Saat Sosialisasi Jenis Ikan Berbahaya dengan Membagikan Selembaran atau Brosur

Kepala BKIPM Mamuju, Abdur Rohman mengatakan, kegiatan sosialisasi tersebut merupakan tindak lanjut dari UU No.31 Tahun 2004 diubah menjadi UU No.45 Tahun 2009, Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan No.41 Tahun 2014.

“Kegiatan ini kita sosialisasikan kepada masyarakat, sesuai dengan UU dan Permen KP No. 41 Tahun 2014 tentang larangan pemasukan beberapa jenis Ikan berbahaya dari luar Negeri ke Dalam Wilayah Indonesia,” katanya.

Sesuai dengan permen tersebut terdapat kurang lebih 150 jenis ikan berbahaya yang dilarang masuk ke Indonesia. Adapun jenis ikan tersebut diantaranya, ikan Piranha, ikan Blue Azul, ikan Aligator, ikan Nothern Pike, ikan Peacock Bass dan salah satu jenis ikan yang sempat viral dimedia yakni ikan Arapaima-Gigas.

Lanjut Rohman, dengan masuknya ikan berbahaya tersebut ke Indonesia, dapat mengancam atau mengganggu ekosistem yang ada di perairan umum di Indonesia.

“Karena ikan yang berbahaya ini pada umumnya karnivora, sehingga akan memakan ikan-ikan kecil disekitarnya dan itu akan dapat mengganggu atau mengancam keberlangsungan ekosistem ikan asli Indonesia,” jelasnya.

BKIPM Mamuju Bersama Instansi Terkait

Maka dari itu BKIP Mamuju membuka posko penyerahan ikan berbahaya tersebut di kantor BKIPM Mamuju Jl. martadinata Pelabuhan Ferry Simboro Mamuju, mulai dari tanggal 1-31 Juli 2018 selama jam kerja.

Rohman juga mengatakan, apabila melewati tenggang waktu yang telah ditetapkan oleh BKIPM Mamuju, masih didapati warga atau kolektor yang memiliki ikan berbahaya tersebut, makan akan ada sanksi sesuai dengan ketentuan Permen dan hukun yang berlaku.

“Maka dari itu, kami menghimbau kepada seluruh warga Mamuju, agar menyerahkan ikan-ikan yang berbahaya tersebut kepada kami selama kami membuka posko penyerahan, apabila melewati waktu tersebut maka akan diproses sesuai dengan kententuan dan peraturan yang berlaku,” himbaunya.

Masih menurut Rohman, apabila nantinya ada warga yang menyerahkan ikan yang masuk dalam kategori berbahaya, maka pihak BKIPM Mamuju akan memusnahkan ikan tersebut. (ru)

Posting Terkait