Pansus Pengawasan Covid-19 DPRD Sulbar Minta Pemda Serius Perhatikan Para Petugas Perbatasan

12 views

Polman, Potretrakyat.com —Pansus Pengawasan Realokasi Dana Refocussing untuk Penanganan Covid 19 di Sulawesi Barat. Syarifuddin bersama Andi Salehuddin Patajangi dan H.Hasan Bado meninjau penanganan wilayah perbatasan Paku – Pinrang Sulsel dalam mencegah dan memutuskan mata rantai penyebaran Covid -19. Selasa, (28/4/2020).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pemeriksaan pendatang dari luar Povinsi Sulbar yang masuk ke wilayah Sulbar berjalan dengan baik guna mencegah adanya warga yang terinfeksi virus corona masuk ke wilayah Sulbar serta untuk mengetahui anggaran yang dikucurkan untuk peruntukan para petugas tepat sasaran, termasuk uang harian, makan minum dan sarana lain pendunkung pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19, Masker dan sabun cuci tangan.

Dalam pelaksanaan pemantauan Pansus anggota DPRD Prov Sulbar, menyerap segala aduan para petugas Posko perbatasan, keluhan petugas posko seolah curhatan yang dialami selama bertugas dalam penanganan Pandemik Covid-19 sebagai garda terdepan pada perbatasan wilayah.

Petugas kemananan dari Satpol PP mengakui selama bertugas belum pernah menerima uang honorarium/uang saku, bahkan tidak tau tentang adanya uang saku,  serta masker yang digunakan sudah 2 hari belum juga diganti, karena tidak adanya ketersediaan cadangan masker bagi petugas di Posko Perbatasan, selain satpol PP, PMI juga mengeluhkan hal yang sama, bahkan dirinya pernah menerima perkataan tak sedap dari masyarakat karena sabun cuci tangan yang digunakan bukan cairan Detol yang digunakan, melainkan sabun cuci piring merk Sunglight, dirinya berharap agar pemerintah serius dan menyediakan fasilitas sesuai SOP penanganan Covid-19, serta asupan Vitamin buat petugas  karena menurutnya jika hal tersebut seperti ini maka dikhawatirkan petugas bisa terpapar Covid-19 mengingat banyaknya pendatang dari luar termasuk dari daerah zona merah.

 

Sementara Petugas Dinkes Polman yang bertugas, saat ditanya terkait makan minum, dirinya mengakui selama dirinya bertugas dia tidak mengetahui, penyediaan makan minum itu dari mana yang dia tahu jika selama ini hanya swadaya masyarakat sekitar yang telah membantu menyediakan makan dan minum.

Anggota Pansus pengawasan Covid-19 DPRD Sulbar, Syarifuddin berharap agar pemerintah segera menindaklanjuti harapan dan aduan para petugas dengan segala kebutuhan para petugas Posko Perbatasan, termasuk uang honorarium dan makan minum agar betul- betul diperhatikan karena itu adalah hak mereka, para petugas itu merupakan salah satu garda terdepan dalam memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 agar tidak masuk ke wilayah Sulbar. Serta melengakapai para petugas sesuai standar SOP penenganan Covid-19 .

” Pemerintah harus lebih memperhatikan para petugas Penanganan Covid-19 di Posko Perbatasan , uang saku , makan minum , serta masker serta pemenuhan supley Vitamin , harus segera dipenuhi , agar pencapaian dapat tercapai maksimal , uang honorarium mereka harus diberikan segera karena saat ini semua masyarakat merasakan dampak Covid-19 pada gejolak ekonomi terlebih di bulan Suci Ramadhan amat sangat dibutuhkan , serta harus menyediakan cadangan masker di Posko,” Tegas Syarifuddin.

Meski demikian Syarifuddin mengatakan Penanganan Posko Perbatasan Sulbar- Sulsel masih jauh lebih baik ketimbang Penjagaan Posko perbatasan di kabupaten Majene – Polman.

Senada hal yang sama Andi Salehuddin Patajangi dan H.Hasan Bado mengatakan Pemerintah Prov telah mengucurkan anggaran penanganan Covid -19 untuk posko perbatasan sebesar 36 Milyar didalamnya telah mencakup uang saku, honorarium petugas dan makan minum.// JM.

banner 468x60)

Posting Terkait