Pekerja Jatim Capai 6 Juta, Baru 1,5 jutaan yang terdaftar BPJS

216 views

SURABAYA,POTRETRAKYAT.COM-Potensi pekerja yang belum diikutkan dalam program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan di Jawa Timur, masih sangat besar. Di sektor formal, dari total pekerja sebanyak 6 juta orang, baru sekitar 1,5 juta saja yang sudah terdaftar.
“Dari jumlah ini, berarti potensi yang belum diikutkan program BPJS Ketenagakerjaan ini masih besar,” kata

Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf saat

launching Mall Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Tunjungan Plaza Surabaya, Rabu (23/8).

Dengan angka tersebut, kata Gus Ipul, panggilan karib Saifullah Yusuf, pihaknya mengajak semua pengusaha di Jatim untuk ikut mendaftarkan semua pekerjanya dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini penting dilakukan karena jika kesadaran pengusaha terhadap program BPJS Ketenagakerjaan makin meningkat, maka akan menguntungkan semua pihak baik pekerja maupun pengusaha.

“Jika semua pekerja memiliki BPJS Ketenagakerjaan maka mereka akan lebih tenang karena paling tidak resikonya bisa dialihkan dan ada yang menjamin. Sedangkan pengusaha juga diuntungkan karena bisa berbagi resiko dengan pihak BPJS,” terang Gus Ipul.

Sementara itu, di sektor informal baru 94 ribu orang yang terdaftar. Khusus di sektor informal, menurutnya banyak pihak yang merasa BPJS tidak penting, dan inilah yang menjadi PR besar untuk pengelolaan BPJS. “Targetnya di tahun 2019 semua pekerja di sektor formal bisa menjadi anggota BPJS. Karenanya kami bergandengan tangan dengan pihak BPJS agar target ini bisa tercapai,” tegasnya.

Menurutnya, manfaat yang ditawarkan sangat banyak salah satunya adalah jaminan kecelakaan kerja (JKK). Menurut data yang tercatat pada BPJS setiap tahun ada 11 ribu orang yang terdaftar dalam BPJS mengalami kecelakaan kerja, itu artinya terjadi ada 30 orang lebih kecelakaan setiap hari. “BPJS bisa memberi jaminan, dan program ini bisa digunakan oleh semua kalangan,” tukasnya.

Gus Ipul menambahkan, salah satu cara yang digunakan untuk meningkatkan jumlah kepesertaan BPJS yakni melalui kerjasama dengan pihak pengelola mall. Karena mall merupakan tempat yang banyak dikunjungi, sehingga bisa meningkatkan ketertarikan masyarakat untuk ikut BPJS. “Semoga kegiatan ini juga bisa segera ditularkan ke mall-mall lainnya. Dengan demikian jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan makin meningkat sehingga masyarakat makin sejahtera,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surabaya Karimunjawa, Suharto menjelaskan, program Mall Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan merupakan yang pertama di Jatim dan di Indonesia. Tunjungan Plaza sengaja ditunjuk sebagai mitra kerjasama oleh BPJS Ketenagakerjaan salah satunya karena semua karyawannya sudah terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan. “Program ini antara lain bertujuan untuk mengenal lebih dekat tentang BPJS dan memberi nilai tambah pada pengelola mall,” kata Suharto.

Di TP, saat ini ada sekitar 2.000 pekerja dan sudah didaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan. Namun, untuk tenant, saat ini baru sekitar 25 persen saja yang sudah terdaftar. Karena itu, pihaknya terus melakukan sosialisasi, sehingga nantinya bisa makin banyak orang yang mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan.

(sb/jpg/jek/JPR)

Posting Terkait