Pemprov. Sulbar Fokus Tangani Stunting

0 views

Mamuju, Potretrakyat.com; –Tempati peringkat kedua nasional sebagai daerah penyumbang penderita Stunting terbesar Indonesia, pemerintah Provinsi Sulawesi Barat fokus penanganan penurunan angka stunting dengan menggandeng seluruh elemen masyarakat dan stakeholder.

Isu stunting merupakan salah satu isu serius yang menjadi perhatian Global. Di Indonesia sendiri stunting dianggap menjadi salah satu faktor penghambat pertumbuhan pembangunan di segala bidang yang harus segera diatasi. Dan salah satu daerah penyumbang angka stunting tertinggi yaitu Provinsi Sulawesi Barat yang menduduki peringkat kedua setelah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sebagai bentuk upaya penekanan tingkat pertumbuhan dan pengentasan penderita stunting terhadap balita, pemerintah Sulawesi Barat terus menggenjot seluruh stakeholder yang ada melalui OPD terkait untuk melakukan berbagai upaya pencegahan dengan berbagai inovasi yang dilakukan.

Dalam sambutannya pada kegiatan “Penilaian kinerja kabupaten/kota dalam pelaksanaan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting Sulbar tahun 2021”,yang bertempat di salah satu hotel di kota Mamuju pada Kamis, (27/5/2021), asisten II bidang perekonomian dan pembangunan Setda. Provinsi Sulbar Junda Maulana mengatakan, generasi muda sebagai aset bangsa yang akan menjadi generasi penerus bangsa ini utamanya di Sulawesi Barat harus diselamatkan dari stanting.

“Jika tidak dilakukan upaya penyelamatan dari sejak dini, maka dapat dipastikan Sulawesi Barat bisa kehilangan satu generasi penerus daerah ini (Lose Generations),” ungkap Junda.

Di tempat yang sama ketua komisi IV DPRD Sulbar, H. Sudirman juga mengungkapkan bahwa, sejak tahun 2017 lalu permasalahan stunting yang dialami Sulawesi Barat telah menjadi perhatian serius legislator Sulbar. Dan Kemudian pada tahun 2018 anggaran penanganan stunting secara khusus mulai difokuskan pada beberapa OPD terkait yang menangani permasalahan stunting.

“Menempati peringkat kedua nasional penyumbang stunting tertinggi di Indonesia merupakan Citra buruk bagi Sulawesi Barat, oleh karenanya dibutuhkan kolaborasi dan integrasi seluruh stakeholder dan seluruh elemen masyarakat dalam upaya penanganan masalah tersebut.

Diketahui pada tahun 2017-2018 angka stanting Sulawesi Barat menginjak angka 41% dari jumlah kelahiran setiap tahunnya dan kemudian mengalami penurunan di angka 40,1% pada periode tahun 2018-2019, sehingga saat ini provinsi Sulawesi Barat masih harus menurunkan angka stuntingnya sebesar 30% dari jumlah stunting saat ini hingga 2022 mendatang. Hal ini sesuai RPJMD Provinsi Sulawesi Barat 2017-2022.

Untuk tahun 2021 ini anggaran yang dikhususkan pada penanganan masalah stunting di Sulawesi Barat yang digelontorkan melalui Dinas Kesehatan Sulbar berjumlah satu (1) miliar rupiah.// **

banner 468x60) banner 468x60) banner 468x60)

Posting Terkait