Pemprov Sulbar Mulai Lakukan Langkah Antisipasi Kemungkinan Terburuk Jika Masuk Zona Merah

6 views

Mamuju, Potretrakyat.com; — Pemerintah Provinsi(Pemprov) Sulbar mulai melakukan langkah antisipasi kemungkinan terburuk atau jika masuk zona merah. Salah satunya dengan melakukan konsolidasi dalam memenuhi tenaga medis.

”Kebijakannya adalah kita ingin manfaatkan SDM di Sulbar. Termasuk outsourcing di luar Sulbar,” kata Sekretaris Provinsi (Semprov) Sulbar,  Muh Idris.

Disebutkan, kebutuhan tenaga medis ini sebanyak 40 dokter dan 50 paramedis. Selain itu, mengumpulkan tenaga medis se-Sulbar untuk bergabung memusatkan operasi di Mamuju.

”Tempat para dokter dan paramedis itu berkumpul. Termasuk dukungan logistik terhadap para dokter dan paramedisnya,” ungkap Idris.

Perekrutan tenaga outsorucing ini di bawah komando RSUD Subar bersama dinas kesehatan.

”Akselerinya, gubernur sudah menyusun dan memfinalkan kebutuhan pembiayaan untuk biaya lembur para petugas kesehatan itu,” ujarnya.

Idris memastikan, dokter dan paramedis yang akan direkrut atau bertugas penanganan Covid-19 bakal mendapatkan insentif. Sebab itu sudah dianggarkan pusat. Perhitungannya, Rp15 juta perbulan untuk dokter ahli, Rp10 juta perbulan untuk dokter spesialis, dan paramedis Rp7 juta perbulan. Namun di luar itu, Pemprov Sulbar akan menambahkan bentuk insentif lainnya.

”Pemprov Sulbar sendiri akan memberikan tambahan dukungan lain yang menunjang para dokter spesialis dan ahli ini,” ungkapnya.

Terkait ruang isolasi, Idris mengatakan, besar kemungkinan melibatkan perhotelan untuk mengambil peran memenuhi keperluan ruang karantina.

”Semua RS di Sulbar harus menampung, kalau tidak bisa nanti, akan dibuatkan skenario lain. Negara bisa memaksa hotel untuk mengalihkan ke hal kemanusiaan,” tegas Idris.

Sementara itu, Direktur RSUD Sulbar, Indahwati Nursyamsi, melalui video conference, menjelaskan terhadap kesiapan RSUD Sulbar. Di RSUD Sulbar sendiri terdapat enam kamar ruang isolasi. Untuk mengantisipasi lonjakan pasien, telah memungkinkan gedung lama RSUD Sulbar sebagai tempat operasi karantina. Di Karantina ini ada 16 kamar atau 36 tempat tidur.

Mengenai SDM, tambah Indahwati Nursyamsi, RSUD kini memiliki 40 lebih perawat yang bekerja. Sebagaimana kondisi terkini, mereka bekerja tiga sift. Untuk dokter, kini terdapat tiga dokter spesialis dan satu dokter radiologi. Sisanya kini mencari yang ingin sukarela membantu.// **Judistira.

 

 

 

 

ADVENTORIAL

Posting Terkait