Pemuda Dan Mahasiswa Mamuju Kembali Unjukrasa, Tidak Main – Main Tuntutannya Kali Ini

132 views

Mamuju, Potretrakyat.com; –Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Memperjuangkan Petani Indonesia (APMMPI_red;) yang terdiri dari FPPI, MAPER dan KOMKAR, BEM PERTANIAN UNIKA, PMII Cab. Mamuju kembali melakukan unjukrasa Didepan Markas Komando (Mako_red;) Polres Mamuju Dan DPRD Provinsi Sulawesi Barat. pada Senin, (24/09/2018).

Unjukrasa yang mengambil posisi star dari depan Pendopo lapangan Ahmad Kirang Mamuju dan dengan waktu pelaksanaan yang hampir bersamaan dengan unjukrasa yang dilakukan oleh Gerakan Masyarakat Kalumpang Raya itu melakukan orasi didepan Mako Polres Mamuju terkait tindakan oknum aparat keamanan dari Polres Mamuju yang dianggap anarkis saat melakukan pengamanan terhadap aksi unjukrasa mahasiswa Tolak kedatangan IMF di Indonesia pada beberapa waktu lalu.

Setelah sekitar satu jam melakukan orasi didepan mako Polres, Massa Aksi yang berjumlah sekitar 100 orang itu melanjutkan aksi unjukrasa mereka ke kantor DPRD Provinsi Sulbar.

Dalam orasinya Para mahasiswa dan Pemuda melalui oratornya meneriakan beberapa tuntutan, diantaranya adalah;
– Tolak kedatangan International Monetary Fun (IMF) di Indonesia

– Wujudkan UUD No. 19 tahun 2013 tentang perlindungan dan pemberdayaan Petani

– Stop diskriminasi dan Kriminalisasi Petani

– Perjelas peta Hak Guna Usaha (HGU_red;)

– Perjelas wilayah pertanian di Sulbar

– Tindak Mafia kelompok Tani

– Sejahterahkan buruh Tani

– Nasionalisasi Aset

– Copot Kapolda Sulbar dan Kapolres Mamuju

– Usut sampai tuntas kasus pemukulan terhadap Mahasiswa

– Pecat Oknum Aparat yang melakukan pemukulan terhadap mahasiswa

“Kita ingin berjuang untuk masyarakat, sayangnya kepolisian ini tidak berbudi dalam tugasnya hanya taunya dengan kekerasan”, Teriak Irfan selaku Korlap dalam Unjukrasa ini.

Para mahasiswa juga menyampaikan kekecewaannya terhadap kinerja pihak kepolisian dalam hal ini oknum aparat Polres Mamuju yang ikut terlibat dalam pengamanan aksi Pada tanggal 22/09/2018

Mereka mengutuk segala tindakan premanisme dan diskriminasi yang dilakukan oknum polisi anggota Polres Mamuju yang melakukan tindakan Pemukulan terhadap mahasiswa, tindakan Oknum Aparat Kepolisian yang melakukan Pemukulan terhadap Kader FPPI pada saat Melakukan aksi demo di Simpang Lima Kali Mamuju sudah melampaui batas sebagai penegak hukum dan sebagai pengayom masyarakat.

Saat melakukan orasi didepan Kantor DPRD Prov. Sulbar, para pengunjukrasa diterima oleh Citra Dewi selaku perwakilan dari anggota DPRD Prov. Sulbar.

Dalam kesempatan tersebut, Citra Dewi menyampaikan permohonan maaf karena para anggota dewan tidak berada ditempat dan akan menyampaikan aspirasi dari massa aksi tersebut kepada anggota dewan yang ada didalam komisi yang menangani hal tersebut.

“Saya mewakili anggota DPRD Provinsi menyampaikan permohonan maaf karena para anggota dewan tidak ada di tempat, berhubung ada kegiatan Reses dan saya akan sampaikan ke anggota Dewan dan komisi yang menangani semua tuntutan saudara – saudara”, Ucap Citra Dewi// Hal// *JM.

banner 468x60)

Posting Terkait