Pemuda Muhammadyah Majene Gelar Dialog Kepemiluan Mengawal Integritas Pilkada 2020

6 views

Majene, Potreteakyat.com;Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Majene menggelar dialog Publik Kepemiluan mengawal integritas Pilkada Serentak yang akan di gelar tahun 2020.

Hadir dalam dialog publik Komisioner KPU Sulbar Farhanuddin, SE, M.Si, Ketua Ombudsman Sulawesi Barat Lukman Umar, S.Pd., M,Si, Kepala Bawaslu Provinsi Sulbar Sulfan Sulo, S.IP., M,Si selaku pemateri.

Mengawali Sambutannya, Kepala Ombudsman Perwakilan Sulbar Lukman Umar mengatakan, “Ombudsman kalau yang baru dengar, jangan sampai mengira kayak pisang yang lagi dikasih coklat dengan butiran yang Iebih manis begitu Jadi Ombudsman itu bukan makanan, itu adalah sebuah lembaga negara yang diberi kesempatan untuk mengawasi pelayanan publik di mana lembaga pelayanan publik itu menggunakan anggaran APBN dan atau APBD. Jadi semua yang menggunakan anggaran APBD dan atau APBN itu diawasi oleh Ombudsman”.

“KPU dan bawaslu bagian dari pengguna anggaran APBN dan APBD sehingga wajib diawasi Ombudsman. Ombudsman bukan lembaga penangkap namun |embaga negara yang pendekatannya pendekatan perspektif humanis,” ujarnya.

“Dalam rangka penyelesaian pengaduan Masalah Ombudsman tidak dibatasi oleh waktu seperti KPU dan Bawaslu kami tidak dibatasi waktu dalam rangka penyelesaian pengaduan,” ucapnya.

“Bicara kepemiluan itu harus juga difungsikan sebagaimana mestinya hanya saja dalam berbagai yang substantif menahan diri untuk hal-hal yang memungkinkan bisa diselesaikan secara internal oleh KPU dan Bawaslu,” ungkap Lukman.

Ditempat yang sama, Farhanuddin Komisioner KPU Sulbar, dalam sambutannya, menjelaskan, Partisipasi Pemilu 2019 Sulbar itu 84% orang yang di TPS menggunakan hak suaranya Makanya lebih 90% pengguna berharap untuk sisi partisipasi itu jauh Iebih besar ketika Pilkada 2020.

“Dalam satu pekan terakhir ini tentu tertuju pada KPU pusat terkait berita yang menjerat Komisioner KPU RI. Kami yakinkan bahwa meskipun ada peristiwa yang terjadi di Jakarta kami berkomitmen untuk melanjutkan Pilkada 2020 yang berintegritas,” kata Farhan (Sapaan akrab Farhanuddin).

“Soal berkas para calon pemilihan akan di publis dan akan dilihat semua masyarakat melalui aplikasi online. KPU Sulbat memastikan semua warga negara yang berhak memilih menyalurkan hak suaranya,” kata dia.

Farhan juga menambahkan, Pada 15 Januari KPU di Indonesia sudah akan membuka pendaftaran untuk penyelenggaraan tingkat kecamatan namanya panitia pemilihan Kecamatan.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Provinsi Sulbar, Sulfan Sulo dalam sambutannya mengatakan, “Hari ini kita akan mendialogkan Bagaimana mengawal integritas Pilkada 2020 tentu saja lni adalah bagian yang sangat penting sebagai rakyat untuk menggunakan kedaulatan yang kita miliki”.

“Bawaslu sedang menyusun indeks kerawanan Pemilu ini sangat selaras dengan diskusi kita kali ini. Ada tiga indikator yang kita gunakan untuk mengukur kualitas pelaksanaan Pemilu, yang pertama itu Bagaimana dengan partisipasi masyarakat kita berangkat dari proses pemilu Pemilu sebelumnya,” kata Sulfan Sulo.

Lebih lanjut disampaikan ketua Bawaslu bahwa yang mempengaruhi kualitas pelaksanaan Pilkada di Sulbar adalah persoalan kontestasi. Kontestasi bisa menimbulkan terjadinya banyak pelanggaran.

Dalam proses penegakan hukum pemilu atau Pilkada menggunakan dua cara. Pertama dengan cara pencegahan, Pencegahan itu kalau belum terjadi pelanggaran tapi kalau sudah terjadi pelanggaran tidak ada pencegahan harus sudah dalam bentuk tindakan pencegahan. Setelah pencegahan dalam pelaksanaan Pilkada yang ada pelanggaran adalah pelanggaran TSM itu bisa menggugurkan calon.

“Sebagai bagian dari mesa depan Indonesia masa depan dari kabupaten Majene marilah kita Sama-sama mengawas Pilkada sehingga beriterigitras sehingga tidak menjadi pelemik di masyarakat”, Tutupnya.// Judistira.

Posting Terkait