Pernyataan Habsi Dipelintir, Ismail Zainuddin; Politisi Harus Mampu Menjadi Perekat Perbedaan Bukan Pembuat Gaduh

3 views

Mamuju, Potretrakyat.com; -Dalam debat kandidat putaran pertama yang diselenggarakan oleh KPU Kabupaten Mamuju Mantan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat H. Ismail Zainuddin menilai adanya pernyataan Habsi Wahid di politisasi.

Ismail Zainuddin menilai dalam pernyataan Habsi Wahid tak satupun kalimat yang dinyatakan bahwa pendatang baru adalah penyebab terjadinya meningkatnya persentase kemiskinan di Kabupaten Mamuju.

Habsi Wahid mengatakan bahwa salah satu indikator terjadinya peningkatan angka kemiskinan itu adalah adanya imigrasi penduduk, karena rata – rata orang yang datang itu mencari pekerjaan, meskipun dia datang membawa sejumlah uang namun ketika belum memiliki penghasilan tetap dan tempat tinggal yang menetap, itu yang akan dibaca oleh data statistik kategori tidak mampu, ” Ucapnya.

Mantan Sekprov Sulbar tersebut menjelaskan dalam teori apapun itu perpindahan penduduk akan mempengaruhi sebuah Daerah karena perpindahan penduduk dalam rangka mencari lapangan kerja bukan dalam rangka investasi.

Sebenarnya ada kekeliruan orang membaca data statistik, coba kita lihat secara lebih detail, coba bayangkan ada pertambahan penduduk kurang lebih 6000 jiwa ditahun 2017 sampai 2019 tapi nyatanya ditahun 2019 persentase angka kemiskinan justru menurun dari angka 7,18% ditahun 2018 menjadi 7,06% ditahun 2019 sementara IPM meningkat,” kata Ismail.

Lanjutnya, faktor utama yang mempengaruhi meningkat atau menurunnya sebuah tingkat kemiskinan adalah inflasi, dimana inflasi yoy maret 2018 (inflasi dari IHK maret 2018 dibanding maret 2017) sebesar 2,62 persen. Inflasi ini tergolong tinggi sehingga kemampuan daya beli masyarakat menurun yang akhirnya menyebabkan tingkat kemiskinan meningkat di tahun 2018 menjadi 7,18 persen.

Dan mari kita lihat pula pada tahun 2019 lnflasi yoy maret 2019 (Inflasi IHK maret 2019 dibanding maret 2018) sebesar -0,18 persen yang artinya terjadi deflasi. Karena adanya deflasi tersebut kemampuan daya beli masyarakat meningkat sehingga menyebabkan tingkat kemiskinan menurun menjadi 7,06 persen ditahun 2019″, Sambungnya.

Coba kita lihat lagi dari sisi lain, secara total IPM Kabupaten Mamuju berada di peringkat 1 pada tahun 2018 & 2019 dengan nilai masing-masing 67.1(2018) dan 67,7 (2019), Nilai ini naik sebesar 0,61,” katanya jelas.

Masih kata Ismail Zainuddin, menyikapi isu yang berkembang di sosial media yang dimainkan para politisi, ia melihat adanya upaya memelintir pernyataan Habsi Wahid untk dipolitisasi dan ini dapat menyebabkan kegaduhan ditengah – tengah masyarakat, sebaiknya selaku tokoh politik harus mampu memberikan edukasi atau pendidikan politik yang sehat, bukan justru memberikan pernyataan yang berbau provokasi. Politisi itu harusnya mampu hadir menjadi perekat atas kompleksitas perbedaan bukan pembuat kegaduhan.

Sekadar untuk diketahui, beberapa bulan lalu, di acara ulang tahun Ikatan Jurnalis Sulbar (IJS) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi barat Win rizal mengaku, sampai saat ini Kabupaten Mamuju masih menjadi barometer pertumbuhan di Sulbar dengan berbagai capaian pertumbuhan yang cukup baik.

Seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 67 persen, angka kemiskinan yang telah mampu ditekan dalam satu digit (6,17 persen), cukup baik bila dibandingkan dengan angka secara umum tingkat provinsi Sulbar yang masih diatas satu digit (11,02 persen) terlebih soal inflasi, Winrizal menyebut pernovember 2019 Mamuju hanya mengalami inflasi 0,73 diprediksi hingga akhir tahun angka tersebut tdk akan lebih 1,8

ini artinya gejolak harga dipasar telah tertangani dgn baik, daya beli masyarakat juga telah cukup baik” kata dia yang dikutip dari Mamujukab.go.id.// Rls// **The_Man.

banner 468x60)

Posting Terkait