Pihak Rumah sakit Regional Sulbar ‘Kecolongan’…? Kok Bisa…?

49 views

Mamuju, Potretrakyat.com; Tenaga Medis dan Managemen terpapar Covid-19, pihak Rumah sakit Regional Sulbar mengaku ‘Kecolongan’. Direktur Rumah Sakit keluarkan aturan, akan ada sangsi bagi petugas dan managemen rumah sakit yang tidak melaporkan diri ketika keluar dan kembali dari perjalanan luar kota.

Setelah kurang lebih dua minggu  terakhir ditemukan adanya tenaga medis dan managemen Rumah Sakit Regional Sulbar yang terpapar Covid-19, Direktur Rumah sakit mengaku ‘Kecolongan’. Hal ini karena ditemukan bukti bahwa tenaga medis dan managemen yang terpapar itu ternyata tidak melaporkan diri ketika melakukan perjalanan keluar kota yang masuk dalam zona merah penyebaran Covid-19.

Direktur Rumah Sakit Regional Sulbar dr. Indahwati Nursyamsi mengatakan, ‘Kecolongan’ yang dimaksud bukan karena tidak menggunakan APD atau tidak menerapkan prosedur standar dalam penanganan pasien, tetapi karena adanya Tenaga kesehatan dan managemen Rumah sakit yang tidak melaporkan diri saat pergi dan kembali dari perjalanan ke daerah zona merah setelah diberlakukannya New Normal dan disana mereka lalai dalam menerapkan protokol kesehatan sehingga tanpa disadari mereka telah terpapar dan kemudian membawa masuk virus tersebut ke Mamuju dan selanjutnya melakukan kontak dengan teman kerjanya.

“Iya, mereka tidak melapor dan beberapa hari setelah kembali yang bersangkutan merasa agak demam dan langsung memeriksakan diri dan ternyata hasilnya positif. Tetapi selama beberapa hari itu mereka sudah melakukan kontak dengan teman kerjanya, jadi kami langsung melakukan Tracking terhadap orang-orang yang sudah melakukan kontak dengan mereka, kemudian langsung kami kami lakukan Screening melaui rapid dan swab,” Ujar dr. Indah (sapaan akrab dr. Indahwati Nursyamsi/ Direktur RSUD. Regional Sulbar).

Direktur Rumah Sakit regional Sulbar juga mengungkapkan, pihaknya telah mengeluarkan aturan untuk seluruh tenaga medis, pegawai dan managemen Rumah sakit untuk tidak melakukan perjalanan keluar kota jika tidak mendesak utamanya di daerah yang tergolong dalam zona merah penyebaran Covid-19.

 

“Kalau memang terpaksa harus keluar kota, yang bersangkutan harus melaporkan diri ke bagian kepegaaian atau managemen dan setelah kembali dari perjalanan, wajib melakukan swab untuk memastikan dirinya bebas dari Covid-19 sebelum melakukan tugasnya kembali di Rumah sakit. Jika aturan ini tidak diindahkan, maka tenaga medis atau pegawai atau managemen tersebut akan kami beri sangsi tegas” jelas Direktur Rumah Sakit Regional Sulbar.

Diketahui, hingga saat ini jumlah tenaga medis dan pegawai Rumah sakit Regional Sulbar yang terpapar Covid-19 berjumlah Lima(5) orang yang terdiri dari Dua (2) orang tenaga Medis dan Tiga (3) orang pegawai managemen Rumah sakit. Dari kelima orang tersebut dua diantaranya memiliki riwayat perjalanan dari daerah Zona Merah penyebaran Covid-19, sedangkan tiga orang lainnya adalah kontak erat dengan kedua orang tersebut sebelumnya. //**Judistira.

banner 468x60)

Posting Terkait