RDP Tentang Pilkades Ricuh, Ini Penjelasan Mervie

0 views

Mamuju, Potretrakyat.com; – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mamuju menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait pelaksanaan Pilkades antara Anggota DPRD Kabupaten Mamuju dengan Dinas Pemerintahan Masyarakat Desa (PMD) berakhir ricuh. Rabu, (13/1/2021).

Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Mamuju Azwar Ansari Habsi, yang di dampingi oleh wakil ketua I, Samsuddin Hatta dan wakil ketua II, Andi Dodi Hermawan serta beberapa anggora DPRD Mamuju lainnya.

Saat berjalannya rapat masing-masing Anggota DPRD memberikan tanggapan Soal rencana pelaksanaan Pilkades, Namun saat salah satu anggota DPRD dari fraksi Hanura, Mervie Parasan memberikan tanggapan terkait fungsi Legeslatif dalam perencanaan Pilkades justru memancing dan mengundang emosi dari Anggota dprd dari Fraksi PAN, Masramjaya. Sontak suasana Rapat menjadi ricuh dan tidak terkendali bahkan sampai ada aksi naik keatas meja dan kursi serta insiden pelemparan Botol air Mineral ke arah sesama anggota DPRD yang ikut rapat.

Terkait kisruh yang terjadi di ruang rapat DPRD Mamuju itu, Mervie Parasan pun memberikan penjelasan soal permasalahan yang terjadi.

” Kenapa tadi terjari Kisruh di DPRD Mamuju, itu karena tadi itu saya memberikan penjelasan sehubungan dengam Permendagri nomor 72 tentang Pemilihan Kepala Desa, kan sebelumnya sudah dari Komisi I sudah melakukan rapat dan dalam rapat itu merekomendasi untuk melakukan penundaan, sementara dalam Permendagri itu kewenangan untuk membentuk panitia dan menunda atau melaksanakannya adalah kewenangan Kepala Daerah, jadi sesuai aturan tidak ada kewenangan DPRD untuk itu. Kewenangan DPRD itu hanya terkait masalah anggaran dan itu sudah di anggarkan pada pembahasan APBD tahun 2020 lalu,” Kata Mervie.

Menurutnya, terkait pelaksanaan Pilkades adalah kewenangan Kepala Daerah dan tidak ada alasan melakukan penundaan karena bukan menjadi kewenangan DPRD.

”Jadi untuk secara Tehnis tentang Pemilihan Kepala Daerah itu ada pada kewenangan kepala Daerah dan setelah saya berikan penjelasan sepertinya mereka marah-marah dan ini kan dari bulan Februari kenapa harus jauh-jauh sampai bulan Juni,” Tambahnya.

”Mereka langsung marah-marah, pukul meja, melempar, bahkan ada ASN, dia juga ikut mendorong, ingin memukul dan sebagainya itu ada dalam Video,” tutup Mervie Parasan.

* Rilis.
** Judistira.

banner 468x60)

Posting Terkait