RSUP. REGIONAL, KEBANGGAAN ATAU AIB???

Obat- obatan Yang Berada di Gudang Obat RSUP. Regional
208 views

MAMUJU, POTRETRAKYAT.COM; -Menanggapi permasalahan yang timbul di lingkup Rumah Sakit Umum Pusat Regional Provinsi Sulawesi Barat (RSUP Regional) yang terjadi pada hari ini Jumat, 6/10/2017 tentang aksi Mogok Pelayanan yang dikukan oleh seluruh dokter- dokter ahli yang ada di RSUP Regional terkait pengadaan obat- obatan serta fasilitas pendukung pelayanan pengobatan, dr. Andi Munassir M.MKes selaku Direktur Utama RSUP Regional menjelaskan bahwa sebnarnya ini hanya masalah kesalah pahaman saja.
“Ini hanya salah paham saja dengan pihak Komite Medik karena mereka berpikir bahwa obat yang dibutuhkan tidak ada, tapi yang sebenarnya obat- obat tersebut sudah ada. Jadi tidak benar bahwa obat- obatan itu tidak tersedia”

dr. Andi Munassir; Dirut RSUP. Regional Prov. Sulbar

dr. Ade, sapaan akrab untuk dirut RSUP. Regional juga menambahkan bahwa tindakan yang dilakukan oleh Komite Medik udah diluar batas wewenang yang sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) no.755 tahun 2011 tentang tugas dari Komite Medik.
Sedangkan menurut dr. Arpandi Rahim selaku ketua Komite Medik RSUP Regional menyatakat dngan keras bahwa dia beserta teman- teman dokter akan tetap melakukan aksi mogok tersebut sampai pihak pengelola Rumah Sakit bisa menyiapkan apa yang diminta.
“Jangan kita berbicara mengenai wewenang, karena ini sudah menyangkut nyawa manusia. Siapa yang bertanggung jawab kalau terjadi malapraktek dikarenakan tidak lengkap atau tidak sterilnya alat- alat yang digunakan?, apakah Dirut mau bertanggung jawab? Kami, Kami yang bertanggung jawab jikalau terjadi kejadian seperti itu dan bukan Dirut” Tutur dr. Arpandi.

dr. Arpandi; Ketua Komite Medik RSUP. Regional.

“Tadi pagi dirut bilang bahwa mereka tidak bisa menyediakan obat- obatan itu secepat kilat seprti sulap tapi harus melalui proses. Tapi, kok kenapa sekarang tiba- tiba sudah ada obatnya?” ditambahkan oleh Arpandi.
Lebih lanjut lagi dr. Arpandi menambahkan bahwa “Salah satu contohnya ada obat yang sebelumnya tidak ada tiba- tiba sekarang sudah ada dan sangat mengganjal adalah didalam daftar obat(katalog) yang tersedia tertulis dengan tulisan tangan padahal yang lainnya ditulis dengan tulian komputer, bahwa jumlahnya ada 30 buah namun setelah diperiksa ternyata fisiknya hanya 9 buah dan itupun sudah menjadi pesanan orang, berarti tidak ada dong yang masih jadi milik RS. Jadi, apa yang mau kita pakai nanti?” Tutur Ketua Komite Medik tersebut.

Katalog Obat- obatan di Gudang RSUP. Regional

untuk diketahui bahwa sebelum berita ini kami naikan, wartawan kami juga sempat mengunjungi gudang obat- obatan dan memang benar bahwa obat- obatan yang tersedia hanya beberapa saja dan tidak sesuai dengan apa yang disampaikan oleh pihak RSUP. Regional dalam hal ini dirut RSUP. Regional yang katanya baru saja menyediakan kebutuhan obat- obatan tersbut.
Selain itu juga sedikit kejanggalan yang ditemukan adalah dari pernyataan Dirut bahwa anggaran belanja RS sangat minim dan tidak mencukupi sehingga terpaksa harus menunggu penambahan anggaran di Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di akhir tahun tapi dengan cepat setelah terjadi aksi mogok yang dilakukan oleh para dokter, dengan cepat obat- obatan yang sebelumnya kosong tiba- tiba sudah ada.

Obat- Obatan di Gudang RSUP. Regional

Sebagai bukti bahwa sebagian besar pasien yang menggunakan fasilitas RSUP. Regional selama ini selalu mengeluhkan tentang pelayanan kebersihan dan obat- obatan di Rumah sakit yang sekarang ini kata dirutnya termasuk Rumah Sakit Berkelas dikarenakan Rumah Sakit ini adalah Rumah Sakit yang ke 39 di indonesia yang telah terakraditasi dengan tipe C dan dengan penuh keyakinan bahwa tahun depan RSUP. Regional Prov. Sulbar akan naik menjadi tipe B dengan menggunakan tolak ukur bangunan baru RSUP. Regional yang sekarang dalam proses pembangunan.// JM

Posting Terkait