Saksi Ahli Membenarkan Dalil Pemohon Terkait Ijasah Palsu Ado Mas’ud

1 views

Mamuju, Potretrakyat.com; -Musyawarah penyelesaian sengketa pemilihan oeh bawaslu Kabupaten Mamuju terus menjadinperbincangan hangat. Betapa tidak, sengketa yang diajukan bahkan mengundang Saksi Ahli sesuai bidang yang dibutuhkan oleh Pemohon, Termohon dan Pihak Terkait.

Saksi Ahli yang dimimintai keterangan hari ini  terkait Ijazah S1 milik Ado Mas’ud mendatangkan seorang saksi Ahli yang berprofesi sebagai Dosen tetap Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI), DR.Hardianto Djanggi SH, MH.

Kepada awak media DR.Hardianto mengungkap bahwa saat musyawarah, didepan majelis dirinya menjelaskan bahwa sebuah Ijazah bisa dikatakan palsu atau tidak sesuai korelasi, harusnya bisa di cek melalui Forlap Dikti karena itu adalah sebuah produk yang telah dibuat oleh kementrian pendidikan dimana regulasi tersebut tertera dalam Permenristekdikti nomor 61 tahun 2016 tentang Pangkalan data perguruan tinggi yang acuannya bisa dibaca pada pasal 12 ayat 1. Soal kewajiban perguruan tinggi terkait informasi yang valid. Rabu, (7/10/2020).

“Dalam musyawarah tadi sesuai dengan keilmuan yang saya miliki menjelaskan kepada majelis dalam hal ini Bawaslu, bahwa dalam mendapatkan sebuah Ijazah yang sah regulasinya ada dan itu telah diatur” Ujarnya.

Lanjut DR.Hardianto Djanggi, bahwa sesuai dengan ijazah yang disengketakan, dirinya selaku Ahli juga mengakui tidak adanya sinkroisasi antara laman UVRI dan Universitas Karya Dharma yang seharusnya dalam regulasi harusnya valid sesuai yang diatur dalam pasal 56 dalam undang-undang Nomor 12 Tahun 2012.

“Jadi memang setelah saya teliti sesuai dengan keahlian saya, Ijazah tersebut tidak berkesesuaian,” lanjutnya.

DR.Hardianto yang sudah 9 kali pernah menjadi saksi ahli bahwa untuk menguji sebuah keabsahan ijazah itu ada tiga hal yang perlu di ketahui yakni yang pertama ialah keaslian blangko, kedua tanda tangan pejabat yang berwenang, serta isi seluruh Ijazah tersebut harus tepat.

“Secara keseluruhannya saya telah menjelaskan kepada majelis apa yang saya ketahui terkait Ijazah jadi majelis yang akan menentukan apakah keterangan ahli bisa dijadikan dasar untuk mengambil keputusan atau ada pertimbangan lain,” pungkasnya.// Rls// **Judistira.

banner 468x60)

Posting Terkait