Sulbar Butuh Perhatian Serius Dalam Penanganan Narkoba

4 views

Mamuju, Potretrakyat.com; -Situasi permasalahan narkotika dunia, sangat mengkhawatirkan. Ada 269 juta orang pecandu di dunia saat ini. Sehingga BNN melihat hal ini sangat memerlukan perhatian dan pencegahan narkoba, termasuk di Sulbar. Hal ini diungkapkan oleh Kepala BNNP Sulbar Brigjen. Pol. Sumirat Dwiyanto dalam konferensi pers laporan pencapaian akhir tahun yang digelar di kantor BNNP Sulbar, jalan Yos Sudarso, Mamuju. Rabu, (23/12/2020).

“Penyalahgunaan narkoba selama satu tahun ini cenderung menurun. Inilah wujud kerja keras BNN dan pemerintah serta masyarakarat dalam berpartisipasi mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba,” kata Sumirat.

Ia menyebutkan, dari laporan 106 negara, sudah memunculkan sekitar 150 jenis baru. Di Indonesia sudah masuk 78 narkoba jenis baru.

Bagaimana dengan Sulbar? Kata Sumirat, disini masih perlu memperhatikan masalah ini secara serius, walaupun ada kecederungan menurun.

Berdasarkan data LIPI dan BNN, di Sulbar ada 2.248 pecandu. Sepanjang 2015 hingga 2019, BNNP Sulbar sudah merehabilitasi 1.839 pecandu. Kemudian di 2020, terdapat 155 pecandu yang direhabilitasi. Jadi total dalam lima tahun sudah terdapat 1.994 pecandu yang direhabilitasi, bair rehab jalan maupun rehab inap dan ada 24 pecandu diantaranya yang kita kirim ke Badoka Makassar dan Samarinda untuk rehab inap,” ucapnya.

Jika dikelompokkan berdasar usia, jumlah pecandu usia 15-24 tahun mencapai 53 persen dan 24 tahun ke atas 47 persen.

Ia menegaskan, beberapa yang sudah rehab mulai produktif lagi dalam kehidupan sosialnya. Mereka sudah tidak terlibat lagi narkoba. Meskipun begitu, BNNP tetap lakukan pemanatauan dan pembinaan.

“Oleh karena itu kita tetap menjalankan pemberantasan, pencegahan, rehabilitasi dan pemberdayaan masyarakat,” tutur Sumirat.

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulbar sendiri telah mengungkap 16 kasus dan menetapkan 28 orang tersangka di tahun 2020.

Dari 16 kasus tersebut BNNP Sulbar mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 266,5084 gram dan beberapa barang bukti lain seperti uang tunai sekira Rp 5 juta, satu unit mobil, lima unit sepeda motor dan 15 unit handphone.

Kepala BNNP Sulbar Brigjen Pol Sumirat Dwiyanto mengatakan, kasus terbesar yang diungkap BNNP Sulbar tahun ini merupakan jaringan internasional dari Malaysia.

Sumirat mengaku telah berkoordinasi dengan BNN pusat agar bekerja sama dengan polisi atau interpol di Malaysia agar dapat mengungkap aktor kasus tersebut.

“Kekhawatiran kami jaringan ini dikendalikan seorang warga Sulbar yang saat ini berdomisili di Malaysia. Sabu sebanyak itu rencananya mau diedar di Sulbar,” kata Brigjen Pol Sumirat.

Dari kasus tersebut, lanjutnya, BNNP Sulbar mengamankan empat orang tersangka dan 244,98 gram narkotika jenis sabu. Seluruh tersangka dan barang bukti sudah dilimpahkan ke kejaksaan.

“Kalau barang bukti sudah dimusnahkan di Polman sebanyak 239,451 gram. Sebagian kecil disisihkan untuk keperluan pembuktian sebanyak 27,63 gram,” jelas Brigjen Pol Sumirat

BNNP Sulbar terus melakukan upaya pencegahan dengan terus melakukan edukasi dan sosialiasi kepada masyarakat. BNNP Sulbar juga terus bersinergi dengan Polri TNI serta pemerintah dan instansi terkait dalam mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Sulbar.//**Judistira.

banner 468x60) banner 468x60) banner 468x60)

Posting Terkait