Sulbar Peringkat Pertama Angka Pernikahan Usia Dini

Bupati Mamuju Habsi Wahid Bersama Dengan Perwakilan UNICEF
174 views

MAMUJU, POTRETRAKYAT – Kunjungan Unicef di Kabupaten Mamuju dalam rangka untuk melakukan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju melalui Yayasan Karampuan, Unicef akan mencanangkan program yang bertujuan untuk penuntasan pernikahan  usia dini, Rabu (12/07/17).

Sesuai dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) bekerja sama dengan Unicef, untuk tahun ini Sulawesi Barat menduduki posisi pertama pernikahan usia dini dengan rasio diatas 30%, sehingga ini menjadi dasar mengapa Kabupaten Mamuju terpilih sebagai project program penuntasan Pernikahan Usia Dini.

Di Kabupaten Mamuju sendiri tidak semua Kecamatan mendapat kesempatan untuk mencanangkan program ini, hanya Kecamatan Mamuju dan Simboro yang menjadi project awal untuk program tersebut.

Hengky Widjaja, selaku chief field office Sulawesi dan Maluku mengatakan, langkah yang akan pihak Unicef lakukan untuk menekan angka pernikahan usia dini adalah dengan melakukan sosialisasi atau pendekatan secara langsung kepada masyarakat bahkan pihaknya akan menjelajah hingga ke sekolah-sekolah.

“Kami akan meminta tanggapan para siswa seperti apa pernikahan usia dini, serta memberikan pemahaman kepada mereka tentang dampak yang akan dialami ketika harus menjalani pernikahan usia dini,” ungkapya.

Selain para siswa program tersebut juga akan melibatkan orang tua siswa serta para tokoh masyarakat, dan dalam melakukan sosialisasi ini akan didampingi dari tim konseling BKKBN.

Habsi Wahid, Bupati Mamuju mengatakan  semua bentuk program kerja sama antara pihak Unicef dan Pemkab Mamuju dirasa  harus mendapat apresiasi.

“Program ini juga salah satu program yang mendukung untuk mencegah anak putus sekolah, dan ini juga sangat mendukung salah satu program Pemkab Mamuju yakni pengembalian anak kesekolah, sehingga di Daerah ini sudah tidak ada lagi yang putus sekolah,” ungkapnya.

Lebih lanjut Habsi meyakini program ini juga bisa menekan angka kemiskinan, “Karena anak yang menikah di usia dini itu penghasilan mereka dibawa rata-rata, sehingga menyebabkan angka kemiskinan semakin bertambah, namun dengan adanya program ini mudah-mudahan bisa menekan dan mengurangi angka kemiskinan khususnya di daerah kita,” Kunci Habsi. (hn)

Posting Terkait