Tak Hanya Sosialisasi, SKIPM Mamuju Juga Beri Bukti

239 views

MAMUJU, POTREYRAKYAT – Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Kelas II Mamuju melakukan giat sosialisasi Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan Nomor 56 Tahun 2016 mengatur tentang larangan dan pengeluaran Lobster, Kepiting dan Rajungan dari Wilayah NKRI.

Namun dalam kegiatan sosialisasi tersebut pihak SKIPM Mamuju juga melakukan pelepas liaran kepiting bakau sebanyak 35 ekor, yang tidak sesuai dengan ukuran yang diatur dalam Permen 56 Tahun 2016 sebagai bukti penerapan dari permen tersebut di Taman Wisata Mangrove Kalukku Mamuju, Rabu (06/12/17).

Kepala SKIPM Kelas II Mamuju Abdur Rohman, S.St, Pi mengatakan, sosialisasi Permen 56 ini sangat perlu diketahui oleh masyarakat.

“Pentingnya bagi masyarakat terkait tersosialisasinya Permen Nomor 56 Tahun 2016 adalah bagaimana kita melakukan ketersediaan dari kepiting bakau ini, kepiting bakau ini dalam permen 56 ada batasan dan pelarangan penangkapannya karena memang untuk ketersediaan dari komoditi tersebut dapat berkelanjutan, dan anak cucu kita dapat mengenal dan mngetahui kepiting bakau,” katanya.

Ia pun berharapa agar para pelaki usaha tidak menangkap dan memperjual belikan komoditi yang tidak sesuia Permen 56, karena beberapa saat yang lalu pihaknya sempat mengamankan satu (1) box kepiting bakau tanpa dokumen, dan saat dilakukan pengukuran terdapat beberapa ekor yang tidak sesuai dengan Permen 56 Tahun 2016.

“Jadi sebaiknya bagi pelaku usaha tidak boleh mengambil kepiting bakau, lobster dan rajungan yang tidak sesuai dengan Permen 56, karena ketersediaan kepiting itu sangat dibutuhkan untuk berkelanjutan,” harapnya.

“Bukan berarti teman-teman pelalu usaha tidak boleh melalulintaskan, memperjual belikan atau menangkap komoditi tersebut, kita hanya akan mengawasi, jangan sampai Kepiting atau Lobster yang dibawah 200 gram itu dikirim dan diperjual belikan bahkan mungkin ke luar negeri. Tapi yang diatas 200 gram bisa diperjual belikan, dilalulintaskan dan ditangkap oleh pelaku usaha,” tutup mantan Kepala SKIPM Manado tersebut menjelaskan. (ru)

banner 468x60)

Posting Terkait