Tanpa Pamrih Relawan ‘Pejuang Keluarga’ Hadir di Sulbar

4 views

Mamuju, Potretrakyat.com; – Meski sibuk dengan aktifitasnya sebagai ojek online yang sering dikenal dengan julukan “Pejuang Keluarga”, namun mereka yang tergabung dalam komunitas Ojek Online (Ojol) Nusantara mengabdikan dirinya untuk membantu sesamanya yang dalam keadaan susah/terkena bencana di seluruh wilayah di Indonesia tanpa pamrih. Jumat, (22/1/2021).

Dikutip dari www.kanalberita.id yang menyebutkan, Ojol Nusantara kembali hadir di tengah-tengah masyarakat korban gempa Majene dan Mamuju Sulbar.

Kehadiran ojol nusantara kali ini berbeda dengan kehadirannya pada bencana-bencana sebelumnya yang melanda negeri.

Dengan jumlah personil yang lebih besar, tercatat ada 24 orang anggota ojol Nusantara yang datang dari berbagai penjuru nusantara ditambah beberapa anggota dari Sulsel.

Klaten, Jawa Tengah mengirimkan 3 orang anggota, Jakarta Selatan 3 orang, Padang, Sumbar 3 orang, Pontianak, Kalbar 5 orang, Jayapura Papua 5 orang dan Bali sebanyak 5 orang.

Mereka sepakat untuk tetap tinggal di Sulbar sampai tahap pemulihan. Jumlah bantuan yang diserahkan di tahap awal berjumlah 550 paket logistik yang berisi 2 kg beras plus 5 bungkus mie instan per paket.

Sebanyak 275 paket dibagikan langsung ke masyarakat Kecamatan Malunda berkoordinasi dengan Polsek Malunda. Distribusi kedua di Kecamatan Tapalang Barat, 200 paket di Desa Labuhan Rano dan 75 paket di Desa Lambu Labuang.

Penyerahan sendiri telah dilakukan pada Senin, (18/01/2021) lalu. Syawal, salah seorang relawan Ojol Nusantara asal Parepare menjelaskan bahwa pergerakan Ojol Nusantara turun ke jalan untuk menggalang dana tetap berlangsung walau kami sudah di lokasi bencana.

“Relawan yang turun ke jalan, Gorontalo 3 orang, mahasiswa UIN Alauddin 3 orang, mahasiswa IAIN Parepare 6 orang, Doparco (Driver Online Parepare Community) 10 orang dan yang lain, totalnya 46 orang,” jelas Syawal kepada kanalberita.id. Jumat, (22/01/2021).

Total jumlah donasi yang telah terkumpul, kata Syawal di tahap awal ini sudah mencapai Rp32.740.000. “Kami juga sudah mendirikan tenda pengungsian sebanyak 16 titik berukuran 6x8m di lokasi pengungsian,” tutup Syawal.

#Andi Arizal (kanalberita.id)

##Judistira

banner 468x60) banner 468x60) banner 468x60)

Posting Terkait