Terkait Adat Dan Agama, Begini Maksud Amran HB Saat Kampanye Di Pure

1 views

Mamuju, Tak kenal lelah pasangan nomor urut Dua (2) Habsi-Irwan bersama Tim ‘Koalisi Kerakyatan’ nya kembali gempur Kecamatan Kalukku tepatnya di Lingkungan Pure, Kelurahan Sinyonyoi. Jumat, (16/10/2020).

Hadir mendampingi calon Bupati Mamuju nomor urut Dua (2) Habsi Wahid adalah Ismail Zainuddin, H. Damris dan Amran HB yang berperan sebagai juru kampanye ‘Koalisi Kerakyatan’.

Pada Kesempatan pertama, Amran HB yang menyampaikan orasi Politiknya mengatakan, keberhasilan Habsi-Irwan dalam memimpin Mamuju tidak perlu diragukan lagi, karena berpihak kepada kepentingan Masyarakat.

Putra asli Pure itu membuka fikiran dan mata serta mengajak masyarakat di tanggal 9 desember 2020 untuk memilih nomor urut Dua (2) karena tidak ada alasan untuk tidak memilih Habsi-Irwan jika dilihat dari sejumlah prestasi yang telah diraihnya.

“Justru kuat alasan memilih Habsi-Irwan karena dalam kurun 4 tahun 8 bulan  memimpin tidak ada penurunan angka statistik di Mamuju, baik itu dari segi pertanian, ekonomi dan pendidikan,” katanya.

“Indikator keberhasilan suatu daerah itu ada 3 hal yang bisa menjadi tolak ukurnya yakni, IPM (Indeks Pembangunan Manusia), Pendidikan dan kesehatannya, serta Daya beli. Dulu nilai pendidikan dan moralitas masyarakat rendah, namun setelah Habsi-Irwan memimpin IPM Mamuju tertinggi di sulbar,” ungkap Amran HB.

Menurutnya, Habsi-Irwan adalah sosok pemimpin yang paripurna dan punya ilmu yang konperhensif karena jejak karier mereka bagus serta menjunjung tinggi keberagaman Suku, Agama, Ras dan Golongan.

“Terkait adat, Habsi-Irwan sudah membuktikannya dengan menyelenggarakan Festival adat yang mendatangkan raja-raja se-Nusantara untuk memperkenalkan adat-adat yang ada di Sulawesi barat khususnya di Mamuju,” Imbuhnya.

“Dari sisi agama, sosok Habsi-Irwan adalah orang yang sangat religius. Bahkan sering mengundang tokoh-tokoh agama dan membuat kegiatan yang senantiasa membawa berkah bagi masyarakat Mamuju,” lanjutnya.

Dalam orasinya, Amran HB menitipkan harapannya kepada masyarakat Pure agar tidak sembarang memilih pemimpin, karena itu menyangkut kehidupan khalayak orang banyak. Sedangkan Habsi-Irwan adalah sosok pemimpin yang sangat memperhatikan adat dan agama serta kebutuhan masyarakatnya.

“Jangan meyerahkan urusan kepemimpinan daerah ini kepada orang yag bukan ahlinya, karena Mamuju akan semakin terpuruk nantinya. Sedang Habsi-Irwan unggul disemua aspek dan leadership yang amanah,” pungkasnya.

Amran juga menguraikan bahwa, saat kepemimpinan Habsi-Irwan pernah mencabut salah satu Perbup (Peraturan Bupati) yang dianggap merugikan petani. Dimana dalam Perbup tersebut mengatur terkait harga, jalur transportasi serta penjualan gabah yang tidak boleh keluar dari Mamuju karena adanya konspirasi dan monopoli dari pihak-pihak tertentu. Sedangkan pada saat itu gabah di Mamuju hanya dihargai Rp. 3500, sedang di daerah Polman berkisar hingga Rp. 5500.

Dalam konteks tersebut Amran HB menegaskan, “Kepada seluruh keluargaku yg ada di Pure, berdosaki’ kalau tidak memilih Habsi Irwan. Karena Beliau telah perjuangkan Nasib petani melalui kebijakannya mencabut Perbup yang telah dikeluarkan pendahulunya, sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh seluruh petani di Mamuju, khususnya keluargaku yg ada di Pure ini, sampai sekarang”.// Rls.// **Judistira.

banner 468x60)

Posting Terkait