Tersangka Kasus Korupsi APK Mulai Disidangkan

198 views

Mamuju, Potretrakyat.com; –Kasus korupsi Alat Peraga Kampanye (APK_red;) tahun anggaran 2017 mulai disidangkan. Kuasa hukum terdakwa menyayangkan adanya kemungkinan tersangka lain namun tidak diajukan dalam persidangan melainkan hanya dijadikan saksi.

Perkara kasus korupsi APK KPU provinsi Sulawesi Barat dalam Pemilihan Umum Gubernur Sulawesi Barat tahun anggaran 2017, mulai disidangkan. Kasus yang menjerat sekretaris KPU Provinsi Sulawesi Barat Abdul Rahman Syam sebagai terdakwa dalam kasus ini, mulai menjalani sidang perdananya di ruang sidang tindak pidana korupsi Pengadilan Negeri Mamuju dengan agenda Sidang pembacaan dakwaan. Mamuju, (13/03/2019).

Jaksa Penuntut Umum (JPU_red;) dalam materi dakwahnya menyatakan bahwa, terdakwa terbukti telah melakukan atau turut serta melakukan perbuatan, dengan tujuan menguntungkan diri atau orang lain, atau korporasi. Menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada pada padanya, karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara sebesar Rp. 2,4 Miliar. Akibat perbuatannya, terdakwa diancam dengan Pidana pasal 3 juncto pasal 18 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Sebagaimana telah diubah dan ditambahkan dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 juncto pasal 55 ayat 1 ke-1, Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP_red;).

Sementara itu kuasa hukum terdakwa, Nasrun menyayangkan tindakan JPU yang dalam bacaan dakwahnya, disinyalir adanya kemungkinan tersangka lain, namun tidak dilakukan penuntutan tetapi hanya dijadikan sebagai saksi dalam kasus ini.

“Kami sangat menyayangkan hal tersebut. Dalam dakwaan nya kami sinyalir ada tersangka lain dong, tapi kenapa hanya klien kami yang dijadikan terdakwa dalam kasus ini, sedangkan yang lain nya hanya dijadikan saksi dalam kasus ini,” ungkap Nasrun.

Pada penghujung sidang perdana, kuasa hukum terdakwa sempat meminta kepada Majelis Hakim untuk mendapatkan Penangguhan Penahanan terhadap terdakwa dengan pertimbangan bahwa, sampai saat ini terdakwa masih aktif menjabat sebagai sekretaris KPU Provinsi Sulawesi Barat. Rencananya sidang lanjutan akan digelar pada hari Rabu tanggal 20 Maret 2019 mendatang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi. // **JUDISTIRA.

Posting Terkait