Tiga Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka Dalam Kasus Penipuan CPNS Kementerian Hukum dan HAM Perwakilan Sulbar

1 views

Mamuju,Potretrakyat.com; –Kasus penipuan CPNS Kementerian Hukum dan HAM yang menelan kerugian Rp. 2.5 Miliar kini memasuki tahap penyidikan oleh Direktorat kriminal umum Polda Sulbar. Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Selasa, (9/7/2019).

Kasus penipuan CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil_red;) yang terjadi di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM perwakilan Sulawesi Barat 2018 lalu, telah memasuki tahap penyidikan oleh Direktorat kriminal umum Polda Sulawesi Barat.

 

Dalam wawancara dengan wartawan Potretrakyat.com dengan direktur kriminal umum Polda Sulbar I Nyoman Artana usai konferensi pers Polda terkait keberhasilan penanganan kasus oleh Polda Sulbar selama Enam bulan terakhir mengatakan, Kasus yang menjerat salah seorang Calon Anggota Legislatif (Caleg_red;) saat ini dalam proses penyidikan lebih lanjut oleh pihak nya. Dua orang wanita dan seorang lelaki telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Saat ini sudah dalam tahap penyidikan. Tiga orang telah kami tetapkan sebagai tersangka, Dua Orang wanita dan satu orang Lelaki”, kata Kombes Pol. I Nyoman Artana.

“Dalam kasus ini Satu orang ditetapkan sebagai pelaku utama, sedangkan Dua orang lainnya membantu pelaku dalam menjalankan operasinya. Yang satunya Berperan mencari korban sedangkan yang satunya lagi membuat SK Palsu sesuai format dan petunjuk dari pelaku utama”, ungkap Dirkrimum Polda Sulbar ini.

I Nyoman juga mengungkapkan setidaknya 64 orang telah menjadi korban dalam kasus ini dengan total kerugian yang dialami adalah sebesar Rp. 2,5 miliar.

Ditanyakan tentang Adanya kemungkinan bertambah tersangka lain, Dirkrimum Polda Sulbar ini menjawab, “Untuk saat ini masih menunggu petunjuk selanjutnya dari kejaksaan”, Katanya.

Untuk diketahui saat ini Dua berkas perkara telah dilimpahkan ke Kejaksaan, untuk proses lebih lanjut. Sedangkan satu berkas lainnya masih dalam proses pemeriksaan dan perlengkapan data. // **JUDISTIRA.

Posting Terkait