Tripika Kecamatan Kalumpang Dan Pemilik Klotok Satu Suara Demi Keselamatan Masyarakat Pengguna Jasa Klotok

24 views

Mamuju, Potretrakyat.com; –Sebagai upaya untuk meminimalisir korban jiwa bagi para pengguna jasa klotok (Perahu Katinting_red;) dan sekaligus menjaga keselamatan, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang menggunakan klotok, Tripika (Tiga Pimpinan Kecamatan_red;) Kec. Kalumpang yakni Pemerintah Kecamatan, Polsek dan Kormil melakukan kesepakatan dengan para pemilik Klotok.

Kebijakan lokal atau kesepakatan bersama bagi pemilik klotok dan Tripika kec. Kalumpang pada jumat, (12/04/2019). Hal ini tentunya bukan kesepakatan tanpa dasar, karena menurut UU nomor 17 tahun 2008, tentang Pelayaran bahwa keselamatan dan keamanan angkutan di perairan yang paling utama, ditambah lagi tugas dan fungsi Tripika dalam bidang trantib yang menjadi dasar pelaksanaan kegiatan tersebut. Selain itu bahwa alat transportasi sungai atau yang disebut katinting atau klotok( sebutan sehari-hari oleh masyarakat) di kecamatan Kalumpang, merupakan salah satu alat transportasi massal di sungai/air di kecamatan Kalumpang, yang banyak di gunakan oleh masyarakat kec. kalumpang dalam melaksanakan rutinitasnya.

Di Kecamatan Kalumpang, sungai Karama-Kalumpang dan Bonehau adalah termasuk sungai yang terbilang cukup besar dan berdasarkan laporan trantib bahwa, hampir setiap tahunnya sungai ini memakan korban jiwa, dimana pada tahun 2018, sungai Bonehau memakan korban sebanyak 3 orang, dan di akhir tahun 2018 sungai Kalumpang kembali memakan korban jiwa 1 orang, jadi terhitung 4 org yang menjadi korban di tahun 2018.

 

Menurut Abram, S.Ip., selaku Camat Kalumpang, Berbicara tentang keberadaan alat transportasi massal di sungai atau klotok adalah alat transportasi jasa angkutan air/Sungai dikecamatan Kalumpang telah menjadi tugas pemerintah dan tanggungjawab bersama untuk memikirkan  keselamatan dan keamanan bagi pengguna jasa klotok.

Oleh karena itu, kami mewajibkan setiap klotok untuk menyiapkan alat pelampung bagi penumpang”, ucapnya.

Lebih lanjut disampaikannya, “Hal ini merupakan upaya kami sebagai pemerintah untuk meminimalisir korban-korban jiwa berikutnya di sungai Karama-Kalumpang-Bonehau. Utamanya pengguna jasa klotok yang melalui sungai tersebut, dan sekaligus menjaga keselamatan, rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang menggunakan klotok dgn melintasi sungai karama-kalumpang-bonehau ini”, ungkap Abram saat diwawancarai Potretrakyat.com.

“Termasuk kita juga telah menyepakati ketentuan tarif klotok dengan para pemilik klotok, dan pada pelaksanaan pemilu 2019 klotok juga merupakan sarana bagi penyelenggara Pemilu untuk mengangkut logistik pemilu di kecamatan Kalumpang. Selanjutnya kesepakatan ini akan kami sampaikan kepada pihak OPD (Organisasi Perangkat Daerah_red;) terkait dan laporan kepada Pimpinan kami, Bupati Mamuju, Drs.H Habsi Wahid, MM”, tutup Abram.//**JUDISTIRA.

Posting Terkait