Tutup TMMD 109, Danrem 142/Tatag Serah Terimakan Hasil Pekejaan Ke Pemda Mateng

5 views

Mamuju, Potretrakyat.com; –Rombongan Korem 142 Tatag tiba di lokasi pekerjaan Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD), UPT Saluandeang, Mamuju Tengah. Rabu, (21/10/2020).

Sekira 30 Kilometer jarak TransSulawesi menuju UPT Saluandeang melewati jalan berkerikil. Disana 154 KK atau 517 jiwa masih merasakan kesulitan akses, kurangnya sarana prasarana, apalagi soal kelistrikan. Atas dasar itulah, TMMD 109 Kodim 1418/Mamuju hadir membantu UPT Saluandeang guna menggerakkan ekonomi masyarakat.

Begitu disampaikan Danrem 142/Tatag Mamuju, Brigjen. TNI Firman Dahlan saat melakukan penutupan TMMD 109 Tahun 2020 di Lokasi UPT Saluandeang Mamuju Tengah. Rabu, (21/10/2020).

Kehadiran TMMD dalam rangka membantu kesulitan masyarakat yang ada di wilayah terisolir dan apa yang sudah dikerjakan disini diharapkan dimanfaatkan dan dipelihara dengan baik,” tutur Danrem 142/Tatag.

Dia pun mengharapkan kerjasama TNI dengan seluruh pihak khususnya Pemkab Mamuju Tengah terus ditingkatkan, khususnya dalam hal menindaklanjuti program TMMD di Saluandeang.

Pjs. Bupati Mamuju Tengah, Andi Bau Akram mengapresiasi program TMMD 109, dia pun bakal menjemput sejumlah paket pekerjaan TMMD. Menurutnya, program TMMD dibutuhkan, khususnya terkait jalan sebab banyak potensi perkebunan di UPT Saluadeang yang terkendala mobilisasi ke pekotaan.

“Dengan pengerasan dan pekerjaan rabat beton jalan itu dapat meningkatkan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Dandim 1418 Mamuju Kolonel Inf. Tri Aji Sartono mengatakan, selama 30 hari Satgas TMMD 109/ Kodim 1418 bekerja, dan menuntaskan sejumlah paket pekerjaan, seperti pengejerjaan jalan rabat beton, rehabilitasi rumah ibadah, pemasangan Listrik Tenaga Surya (Solar Cell).

Untuk lampu sendiri, ada belasan rumah sudah terpasang,” tutur Dandim.

Dia pun mengaku, singkatnya waktu yang diberikan menjadi tantangan dalam menyelesaikan pekerjaan, belum lagi diterpa cuaca yang kurang mendukung. Meski begitu, berkat kerjasama seluruh pihak, pekerjaan TMMD dapat terselesaikan.

Tokoh Masyarakat UPT Saluandeang, Marten menuturkan, pembangunan di UPT Saluandeang mulai terlihat sejak 2018. Sebelum itu, untuk mengakses UPT Saluandeang ditempuh dengan melewati aliran sungai. Butuh hingga empat jam untuk perjalanan dari Poros TransSulawesi menuju UPT Saluandeang. Barulah 2018 akses jalan dibuka dan perjalanan hanya 1 jam.

Karenanya, Marten berterimakasih atas pengerjaan jalan oleh TMMD, dengan bantuan itu masyarakat daerah pinggiran dapat meningkatkan ekonomi dan mendapatkan akses untuk menjual produk pertanian.

Terima kasih banyak atas sarana yang diberikan melalui TMMD ini, Ucap Marten. // Rls// **Judistira.

banner 468x60)

Posting Terkait