Unsur Pimpinan DPRD Sulbar Pantau Perbatasan Sulsel-Sulbar, Petugas Belum Dilengkapi APD Standar

11 views

Polman, Potretrakyat.com; -Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulbar melakukan kunjungan kerja di Perbatasan Sulsel dengan Sulbar. Jumat, (27/3/2020).

Adapun, kunjungan tersebut dilakukan oleh tiga orang Wakil Ketua DPRD Sulbar yakni, Abdul Halim, Usman Suhuriah, Abdul Rahim dan Wakil Ketua Komisi II Hatta Kainang.

Saat melakukan peninjauan, para wakil rakyat ini mendapati para petugas dilapangan tidak dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) standar, namun hanya menggunakan APD seadanya yakni, jaket hujan masker dan sapu tangan saja.

Wakil Ketua DPRD Sulbar Abdul Halim mengatakan, Teman-teman yang bertugas dalam gugus tugas ini masih kekurangan APD, ini juga menjadi persoalan, menurut informasi dari BNPB pusat sudah mengirim APD sebanyak 40 dos yang berisi 2.000 pcs APD yang dikirim ke Sulbar yang dikawal langsung oleh TNI.

Ini nantinya APD yang sudah tiba di Sulbar agar di distribusi cepat ke semua kabupaten, termasuk tim yang bergabung dalam gugus tugas agar mereka dalam bekerja dilengkapi APD yang standar,” kata Halim.

Ia menambahkan saat program pemerintah dijalankan tentunya akan berdampak kepada masyarakat yang tidak mampu, sehingga pihaknya akan koordinasikan dengan pemerintah agar kiranya ada langkah yang diambil untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat yang tdak mampu.

“Termasuk juga penggeseran anggaran kita selalu siap kapan saja untuk mengeluarkan izin prinsip,” tambahnya.

Sedangkan, Wakil Ketua DPRD Sulbar Abdul Rahim mengungkapkan pihaknya mengapresiasi gugus tugas yang sudah berjalan efektif, namun konsep dasar maupun instruksi Gubernur, begitupun surat Pemkab Polman bahwa layak untuk di kunci dan mestinya dijalankan. Rahim juga menyampaikan bahwa Sulbar sudah masuk satu fase kewaspadaan tingkat tinggi, meskipun sampai saat ini Sulbar masih dinyatakan zero positif Covid-19.

“Diperlukan penjagaan ketat diseluruh pintu masuk Sulbar. Pemprov dan Kabupaten harus seirama dalam menangani pencegahan Covid-19. Segala kemungkinan bisa berdampak buruk maka harus bekerja cepat dan ikhtiar yang ada untuk sama-sama peran masing-masing. Yang paling penting kita lihat dilapangan APD yang sangat minim, sehingga ini perlu disikapi cepat,” ungkap Rahim.

Sementara itu, Staf Dinas Kesehatan Polman Salehati menjelaskan bahwa dalam menjalankan tugas pihaknya menggunakan sistem shif-shifan dengan tiga orang berjaga.

Soal, perlengkapan ADP dirinya bersama timnya memang merasa khawatir, namun tugas yang diamanahkan tetap dijalankan.

Sekedar, diketahui data sementara ODP Covid-19 di Sulbar per tanggal 28 Maret, sudah mencapai 407 orang. Selesai pemantauan 161 orang dan masih proses pemantauan 246 orang. **Judistira.

Posting Terkait