Waduh…!! Hanya Karena Faktor ‘Kecewa’ ASN Jadi Radikal?

0 views

Mamuju, Potretrakyat.com; – Debat pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Mamuju, tahap kedua (putaran terakhir) berlangsung cukup menarik. Kedua paslon semakin menunjukan kemampuan masing-masing.

Ada hal menarik sekaligus membingungkan yang terjadi disela-sela sesi debat publik putaran kedua ini, dimana ada pernyataan yang dilontarkan oleh moderator untuk paslon nomor urut 2 yang kemudian ditanggapi oleh paslon nomor urut 1. Rabu (2/12/2020).

Pertanyaan moderator terkait radikalisme, terorisme dan sikap intoleransi dalam kehidupan bernegara semakin merebak. Bahkan diduga, beberapa ASN terpapar sikap radikalisme. Bagaimana cara mengantisipasi gerakan tersebut agar tidak sampai menyebar ke pemerintah di Kabupaten Mamuju nantinya.

Pertanyaan tersebut kemudian dijawab secara lantang dan tegas oleh Paslon petahana nomor urut 2 melalui calon bupatinya Habsi Wahid sesuai dengan realita yang telah dilakukan selama memimpin Mamuju dalam jangka waktu hampir lima tahun terakhir ini yakni dengan terus mempermantap Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) dan mengedukasi dengan kegiatan keagamaan dan kegiatan keagamaan. Bahkan program ‘Sahabat Rakyat’ sebagai salah satu program sebagai upaya membangun komunikasi dengan sejumlah suku dan etnis dan kalangan.

“Semua telah Kami lakukan sejak lima tahun kepemerintahan kami,” Ujar Habsi Wahid.

Namun hal yang mencengangkan dan mengundang tanya warga ketika pertanyaan yang sama dijawab oleh paslon nomor urut 1 melalui calon wakil bupatinya Ado Mas’ud.

Ado Mas’ud yang menjawab pertanyaan tersebut mengatakan, Radikalisme di tingkat ASN terjadi karena adanya faktor kekecewaan ASN. ASN dinilai cederung berpikiran radikalisme disebabkan karena banyaknya kejadian struktur/jabata ASN yang diutak atik oleh Petahana.

“Salah satu faktor yang menyebabkan adanya pikiran radikalisme di ASN adalah karena adanya kekecewaan. Saat ini, keluarga dekat bapak, mengisi jabatan strategis pemerintahan. Ternyata menurut kami, ini dari faktor kekecewaan inilah yang menimbulkan pola pikir radikalisme ASN,” ucap Ado.

Sementara itu usai menyaksikan debat publik tersebut, Juru Kampanye Habsi-Irwan, DR. Amran HB menganggap pernyataan yang disampaikan oleh Ado Mas’ud. Menurutnya Ado gagal paham terkait pertanyaan dari moderator tentang Radikalisme di tingkat Aparatur Sipil Negara (ASN) pada saat debat Publik season 2 Pilkada Mamuju yang diselenggarakan KPU.

“Saya kira perilaku kekecewaan ASN, bukan bagian dari Radikalisme, seperti yang di maksudkan dalam pertanyaan. Ini ASN bisa marah ini. Bahkan, saya melihat Pak Ado Gagal Nalar terkait masalah tersebut,” kata Amran.// Rls// **The_man.

banner 468x60)

Posting Terkait